Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 NOVEMBER 2020 • 12:34 WIB

Apresiasi TNI, IPW: Satpol PP-Polri Nggak Berani Cabut Baliho Habib Rizieq

Apresiasi TNI, IPW: Satpol PP-Polri Nggak Berani Cabut Baliho Habib RizieqPenurunan baliho di Jakarta Selatan. (Istimewa)

Indonesian Police Watch (IPW) memberikan apresiasi kepada TNI yang bertindak tegas menurunkan baliho-baliho ajakan revolusi dengan wajah Habib Rizieq Shihab (HRS). Sebab, IPW menilai Satpol PP bahkan Polri seakan tidak berani mencopot baliho tersebut.

"IPW memberi apresiasi pada TNI yang sudah melakukan penurunan poster poster Rizieq di berbagai tempat. Selain itu, IPW mendukung manuver TNI di wilayah sipil di Petamburan atau di sekitar markas FPI pimpinan Rizieq," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya seperti yang diterima Indozone, Sabtu (21/11/2020).

Meski begitu, IPW tidak menampik kewenangan pencopotan baliho atau spanduk merupakan kewenangan dari Satpol PP. Neta menyebut Satpol PP dan Polri terlibat tidak berani mencopot baliho-baliho tersebut.

"Pencabutan poster seharusnya dilakukan Satpol PP bersama Polri sesuai ketentuan Perda semua pemasangan spanduk, poster dan baliho harus memiliki ijin dan tidak boleh dipasang seenaknya. Namun, Satpol PP dan Polri tidak berani mencabut baliho-baliho Rizieq," kata Neta.

"Sebab itu IPW memberi apresiasi kepada Pangdam Jaya yang sudah memerintahkan anggotanya mencabuti baliho Rizieq tersebut. Diharapkan jajaran Kodam Jaya segera membersihkan semua baliho Rizieq yang tanpa ijin," sambung Neta.

Terkait patroli mobil taktis TNI di markas FPI, Neta menilai hak itu merupakan hak TNI untuk mengantisipasi situasi ketahanan negara. Hal itu lantaran Habib Rizieq kerap bermanuver dan disebut Nets bisa mengganggu keutuhan NKRI.

"Rizieq sudah beberapa kali bermanuver yang bisa mengganggu keutuhan NKRI di antaranya jika datang ke Indonesia Rizieq mengatakan akan memimpin revolusi seperti di Iran, kemudian Rizieq memberi ancaman memenggal kepala dan lain-lain. Meski hanya ancaman kosong tapi mengingat massa FPI cenderung radikal dan dari masyarakat bawah, ucapan Rizieq itu bisa berpotensi memicu kekacauan dan gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI," kata Neta.

Selain itu, Neta menyinggung moment kedatangan HRS ke Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu. IPW menilai Polri seolah membiarkan kegiatan HRS berlangsung di Bandara Soekarno Hatta kala itu.

"Ironisnya dalam situasi ini jajaran kepolisian hanya berdiam diri. Manuver Rizieq yang melakukan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 dibiarkan begitu saja oleh pihak kepolisian. Akibatnya Rizieq bebas bermanuver mulai dari saat tiba di bandara Soetta, di rumahnya di Petamburan dan di puncak Bogor," kata Neta.

Atas situasi di ibu kota terkni menurutnya wajar TNI turun tangan. Tujuanya hanya untuk menjaga keutuhan NKRI dari pihak-pihak yang ingin merusak keutuhan NKRI.

"Dalam situasi ini sangat wajar jika TNI turun tangan mengambil alih pengendalian situasi dengan melakukan manuver di sekitar wilayah Petamburan dan memerintahkan anggotanya mencabuti baliho Rizieq," pungkas Neta.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Apresiasi TNI, IPW: Satpol PP-Polri Nggak Berani Cabut Baliho Habib Rizieq

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!