Salah satu pemandangan di Singapura (Unsplash.com/Alaric Sim)
Virus corona terus menyebar luas di Singapura, membuat negara ini dianggap rentan dengan kemunculan Covid-19. Apa alasannya?
Cirus corona yang punya nama lain Covid-19 telah memakan banyak korban, puluhan ribu terjangkit dan ratusan lainnya meninggal dunia. Jumlah korban terus meningkat. Sampai saat ini, vaksin virus corona belum ditemukan, dan masih dalam pengembangan.
World Health Organization (WHO) mengumumkan virus corona menjadi wabah penyakit yang harus diwaspadai. Virus corona atau Covid-19 kini telah tersebar di lebih dari 30 negara di dunia.
Selain Tiongkok, sebagai negara pertama yang terdeteksi, Singapura juga rentan terserang Covid-19. Berdasarkan data, sudah 50 orang di Singapura yang dikonfirmasi terkena virus corona. Angkanya dikhawatirkan akan terus bertambah.
Diduga virus corona menyebar di Singapura dengan cepat karena lokasinya yang strategis. Singapura menjadi bandara internasional, dan lokasi transit pergantian pesawat dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, seperti dilansir dari BBC, Kamis (13/2/2020).
Bahkan, ada penerbangan yang lepas landas dan tiba setiap 80 detik di sini. Membuat Singapura menjadi negara yang paling sibuk dibandingkan JFK dan San Francisco di AS dan Dubai di Uni Emirat Arab.
Untuk mencegah virus corona makin luas, bandara internasional di Singpaura memasang scanner dan pengukur suhu tubuh. Dengan menggunakan teknologi tinggi, secara otomatis mengmabil suhu penumpang.
Setiap pengunjung yang datang ke Singapura, apabila ada indikasi terkena virus corona, seperti demam, pilek atau batuk.
"Kita berusaha mengurangi penyebaran virus corona lebih jauh," kata Lawrence Wong, petugas bandara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: