Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 20 JULI 2019 • 11:49 WIB

Kabel dan Kondom Bekas Sumbat Gorong-gorong di Jakarta

Kabel dan Kondom Bekas Sumbat Gorong-gorong di JakartaDok. PD PAL Jaya

Masalah di bawah tanah Jakarta muncul kembali. Kali ini penyebabnya adalah kabel, celana dalam, baju, pampers hingga kondom bekas. Penemuan sampah kondom itu sendiri mulanya berasal dari keluhan mengenai limbah.

Hal tersebut menyebabkan Main Hole di dekat Kedubes China meluap. Setelah ditelusuri, sumbernya ternyata berasal dari belakang gedung Kedubes Malaysia. Ada 10 karung sampah plastik, termasuk kondom bekas menyumbat gorong-gorong di Jakarta.

Tumpukan sampah tersebut diduga berasal dari hotel dan gedung-gedung di kawasan Mega Kuningan. Selain itu, petugas juga menemukan kabel sepanjang 35 meter yang terdapat di dalam gorong-gorong.

Sampah tersebut bisa menyumbat gorong-gorong karena dibuang di toilet. Para pengguna toilet di kawasan Mega Kuningan diduga langsung mem-flush kondom dan pembalut ke dalam toilet.

PD PAl Jaya juga sudah pernah mengingatkan pengelola gedung agar tidak membuang sampah di dalam lubang toilet.

"Jangan sampai buang padatan apa pun, biasanya di WC, di-flush. Yang banyak itu kan pembalut pantyliner, celana dalam, dimasukkan ke WC, langsung di-flush di situ. Terus ya termasuk kondom, celana dalam. Bahkan botol plastik banyak sekali," ujar Subekti, Dirut PD PAL Jaya.

Ini bukan pertama kalinya permasalahan bawah tanah terjadi di Jakarta. Saat kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dulu, penemuan kulit kabel di gorong-gorong pernah gegerkan warga.

Sampah kulit kabel tersebut ditemukan di dalam gorong-gorong di Jalan Medan Merdeka Selatan. Bahkan sampah kulit kabel yang diangkut pada 26 Februari sampai 3 Maret 2017 itu mencapai 17 truk dan beratnya mencapai 10 ton.

Pada 4 Maret 2017, sampah kulit kabel kembali ditemukan dalam gorong-gorong di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada 4 Maret 2017. Saat itu Jakarta dipimpin oleh Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono.

Sumarsono kemudian mendorong pihak kepolisian menyelidiki apakah ada unsur pidana terkait sampah kulit kabel yang ditemukan tersebut.

Kemudian, kulit kabel kembali ditemukan di era kepemimpinan Anies Baswedan pada 18 Maret 2018. Kulit kabel itu ditemukan saat petugas sedang melakukan pembersihan rutin. Sampah kulit kabel tersebut disebut terkait dengan pencurian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
BERITA TERBARU

Kabel dan Kondom Bekas Sumbat Gorong-gorong di Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!