Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:40 WIB

Banjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak dan Sejumlah Tanggul Jebol

Banjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak dan Sejumlah Tanggul JebolKondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda 45 desa akibat hujan deras serta luapan sungai dari wilayah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari. 

Selain merendam rumah warga dan infrastruktur, banjir juga mengakibatkan satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak sedang di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh.

Menurut Wahyu, selain curah hujan yang tinggi, meluapnya sejumlah sungai turut memperparah kondisi. Debit Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi meningkat, hingga tidak tertampung dan menggenangi permukiman warga.

Baca juga: Jalur Kebonagung–Gubug Demak Putus Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

BPBD juga mencatat beberapa titik tanggul jebol, di antaranya di Sungai Cabean, Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu; Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung; serta Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu.

Di Kecamatan Godong, banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang berdampak hingga Desa Tinanding. Sementara di Kecamatan Purwodadi, wilayah paling parah berada di Kelurahan Kalongan dengan 1.180 KK terdampak. Ketinggian air di Perumahan Permata Hijau Kalongan dilaporkan mencapai sekitar satu meter.

Adapun di Desa Cingkrong, tercatat 2.416 KK terdampak dengan tinggi genangan antara 10 hingga 50 sentimeter.

Banjir juga merendam lahan pertanian di beberapa kecamatan seperti Tegowanu, Godong, dan Tawangharjo. Di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, sekitar 130 hektare sawah dengan tanaman padi siap panen dilaporkan tergenang.

Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, relawan, dan unsur Forkopimda melakukan evakuasi di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Toroh, Purwodadi, dan Godong. Bantuan logistik dan perlengkapan darurat juga telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Baca juga: DPD PPNI Bireuen: Donasi untuk Perawat Korban Banjir dan Longsor Bukti Solidaritas Profesi

Selain evakuasi, dilakukan kerja bakti untuk meninggikan tanggul serta membersihkan lumpur pasca jebolnya tanggul di ruas jalan Purwodadi–Semarang, Desa Tinanding, yang berbatasan dengan Kabupaten Demak.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau lokasi tanggul jebol serta menggelar rapat koordinasi tanggap darurat.

Hingga Selasa (17/2/2026) sore, sejumlah wilayah masih tergenang, di antaranya Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Godong, Gubug, dan Tawangharjo. Namun, sebagian wilayah lainnya dilaporkan mulai surut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak dan Sejumlah Tanggul Jebol

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!