INDOZONE.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan di kawasan hutan Perhutani. Hal ini yang diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Saat meninjau langsung lokasi bencana, Erwan menyoroti penggunaan kawasan hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian, padahal peruntukan tersebut dinilai melemahkan struktur tanah dan meningkatkan risiko longsor.
“Ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kita akan kembalikan menjadi hijau dan sesuai dengan fungsinya sebagai hutan,” ujar Erwan dikutip Senin (26/1/2026).
Terkait potensi longsor susulan, Erwan memastikan warga terdampak tidak akan dikembalikan ke lokasi semula.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan menyiapkan skema relokasi berdasarkan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang aman, namun tetap mempertimbangkan kedekatan dengan lingkungan sosial masyarakat.
Baca juga: Basarnas Kerahkan 250 Personel SAR Cari 80 Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
“Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Lokasinya harus aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” katanya.
Meski demikian, Erwan menegaskan bahwa upaya pencarian korban yang masih dinyatakan hilang tetap menjadi fokus utama. Operasi pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, serta relawan.
“Saat ini semua unsur terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan. Dengan cuaca yang relatif mendukung, pencarian diharapkan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut hadir dan menekankan pentingnya menjadikan penanganan bencana ini sebagai momentum transformasi wilayah agar lebih tangguh ke depan.
Pratikno mendorong percepatan penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak, agar mereka tidak terlalu lama berada di pengungsian. Menurutnya, kepastian hunian sangat penting untuk membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
“Bencana ini harus menjadi pelajaran. Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman,” kata Pratikno.
Selain upaya evakuasi dan pencarian korban, pemerintah juga telah menurunkan tim pemulihan trauma (trauma healing) untuk mendampingi warga terdampak, khususnya anak-anak yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA