Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta, melalui pemantauan langsung untuk memastikan kesiapan logistik, peralatan, dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Pemantauan dilakukan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana pada Minggu (18/1/2026) bersama BPBD Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian data kebutuhan warga dengan kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan logistik serta peralatan bagi warga terdampak banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Lokasi pemantauan meliputi Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Di Lapangan PT United Traktor, Deputi Andi Eviana meninjau penanganan delapan kepala keluarga yang mencakup 14 jiwa, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kesiapan logistik.
Baca juga: 5 RT dan 14 Ruas Jalan di Jakarta Utara Masih Terendam Banjir, Pemkot Percepat Penyedotan Air
Selain itu, BNPB juga melakukan pengecekan kondisi pengungsian, ketersediaan logistik, serta kesiapan peralatan pendukung bagi warga terdampak dan petugas di lapangan.
Seiring kegiatan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik. Di Lapangan PT United Traktor, sebanyak 35 kepala keluarga dengan 130 jiwa menerima 35 paket bantuan.
Sementara di RT 15 RW 04, sebanyak 48 kepala keluarga yang mencakup 152 jiwa, menerima 48 paket bantuan melalui koordinasi dengan aparat setempat.
“Total bantuan yang disalurkan mencapai 83 paket. Selain itu, BNPB juga menyalurkan tambahan 50 paket sembako untuk warga RT 12 RW 04 yang diserahkan melalui Ketua RW setempat,” ujar Abdul Muhari.
Baca juga: Banjir Meluas, KAI Batalkan dan Alihkan Puluhan Perjalanan Kereta Api di Sejumlah Daerah
Usai pemantauan dan penyaluran bantuan, Deputi Andi Eviana mengikuti rapat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Halim Perdanakusuma, guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengendalian curah hujan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.
BNPB sebelumnya telah melaksanakan OMC pada 12–17 Januari 2026 dengan 20 sorti penerbangan menggunakan 15.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO). BPBD DKI Jakarta juga melaksanakan OMC menggunakan pesawat Casa TNI AU sejak 16 hingga 22 Januari 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat pada 20–21 Januari 2026. Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB akan kembali melaksanakan OMC pada 20–24 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA