Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 14:20 WIB

Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Sumatera Belum Optimal

Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Sumatera Belum OptimalDampak kerusakan pascabanjir bandang di Desa Rigeb, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo lues, Aceh. (ANTARA FOTO/Taufik Hidayat)

INDOZONE.ID Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), yang dinilainya belum berjalan optimal.

“Pemerintah telah bekerja keras. Mohon maaf jika masih kurang maksimal,” ujar Pratikno di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam penanganan bencana tersebut berasal dari kondisi geografis yang berat dan luasnya wilayah terdampak. 

Faktor cuaca yang belum sepenuhnya mendukung juga turut menyulitkan distribusi logistik serta proses pencarian korban.

Baca juga: PBB Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana di Sumatera, Siap Dukung Operasi Penyelamatan

“Tantangannya sangat berat. Medan wilayahnya sangat luas. Cuaca juga masih belum mendukung. Tapi seluruh tim dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terisolir,” kata Pratikno, seraya memohon dukungan dan doa dari masyarakat.

Menurutnya, pemerintah telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi. Presiden, kata dia, telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mengerahkan seluruh kekuatan, dalam menangani dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

“Pak Presiden memerintahkan kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk bekerja keras mengerahkan semua kekuatan untuk mengatasi bencana,” ujarnya.

Saat ini, penanganan banjir dan longsor di sejumlah daerah tersebut masih berada dalam tahap tanggap darurat, dengan fokus utama pada evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca juga: Pemerintah Prioritaskan Penanganan Warga dan Pemulihan Dampak Banjir–Longsor di Aceh dan Sumatera

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, jumlah korban akibat bencana di tiga provinsi tersebut terus meningkat.

Hingga Selasa (2/12/2025), korban meninggal tercatat mencapai 708 jiwa, sementara 499 orang dinyatakan masih hilang.

“Rinciannya Sumatera Utara korban meninggal dunia 294 jiwa dan hilang 155 jiwa. Kemudian untuk Provinsi Aceh per hari ini meninggal dunia 218 jiwa, yang masih hilang 227 jiwa,” kata Abdul Muhari.

Adapun di Sumatera Barat, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 196 jiwa, dengan 117 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemerintah Minta Maaf Penanganan Bencana di Sumatera Belum Optimal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!