INDOZONE.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, menandai babak baru diplomasi Indonesia yang lebih aktif dan berorientasi pada aksi nyata.
Menurut Iwan, langkah Prabowo bukan sekadar kehadiran simbolis. Ini menunjukkan posisi strategis dan kredibilitas Indonesia di mata dunia, sebagai negara dengan kapasitas moral dan politik untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik panjang antara Israel dan Palestina.
“Indonesia tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai pihak yang diakui memiliki kapasitas moral dan politik untuk berkontribusi nyata dalam penyelesaian konflik panjang antara Israel dan Palestina,” ujar Iwan Setiawan di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Iwan menilai, dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prabowo menunjukkan konsistensi dalam diplomasi kemanusiaan.
Sejak pidatonya di Sidang Umum PBB ke-80 di New York pada September lalu, Indonesia tampil sebagai suara moderat yang menyeimbangkan kepentingan politik dan nilai kemanusiaan.
“Gagasan Presiden Prabowo untuk mengirim 20.000 pasukan perdamaian adalah bentuk konkret dari diplomasi berbasis aksi, bukan sekadar pernyataan,” kata Iwan.
Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza
Menurutnya, tawaran tersebut menegaskan komitmen Indonesia sebagai guardian of peace, penjaga perdamaian dunia, yang tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret menjaga stabilitas pascakonflik.
Iwan juga menyinggung pengalaman Indonesia dalam rekonstruksi pascabencana seperti di Aceh dan Nias sebagai model yang dapat diterapkan untuk membangun kembali Gaza secara manusiawi dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Iwan menilai kehadiran Prabowo di KTT Gaza mencerminkan wajah baru diplomasi Indonesia yang tenang, berdaulat, dan berorientasi hasil.
“Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ini membuktikan bahwa diplomasi Indonesia kini tidak hanya berbicara, tetapi bekerja,” tegasnya.
Menurut Iwan, pendekatan yang dibangun Prabowo memperlihatkan karakter diplomasi modern yang progresif, solutif, dan berbasis tindakan kemanusiaan global.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai jembatan dialog antarbangsa dan aktor penting dalam membangun perdamaian dunia.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno juga menyambut positif langkah Presiden Prabowo menghadiri KTT perdamaian di Mesir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA