INDOZONE.ID - Prajurit Marinir yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Gobang IV berhasil merebut lima titik penting Rumah Kaki Seribu di Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Tempat tersebut selama ini digunakan sebagai markas kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Operasi ini tidak hanya menandai keberhasilan militer, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar yang selama ini hidup dalam ketakutan.
Dari penguasaan markas itu, pasukan Marinir menyita sejumlah barang bukti, antara lain senjata rakitan, busur, anak panah, senjata tajam, telepon genggam, atribut bintang kejora, bendera OPM, panel surya, accu, serta perahu ketinting.
Semua barang tersebut dipastikan digunakan kelompok separatis untuk mendukung aktivitas mereka.
Baca juga: TNI-Polri dan Warga Kota Surakarta Kembali Melaksanakan Patroli Skala Besar
Informasi mengenai keberadaan kelompok ini telah lama dipantau. Markas di Muara Oasin, Sungai Kamundan Bawah, dipimpin oleh tokoh separatis Manfret Fatem (Dan Ops Kodap IV Sorong Raya), Zeth Tamunete (Danyon Buaya Kodap IV Soraya), dan Silas Ky (Danyon Karif Hamid).
Ketiganya dikenal kerap menebar teror, mulai dari menyerang Posramil Kisor, Pos Bosha, hingga pekerja pembangunan Jalan Trans Bintuni. Mereka juga menghadang aparat keamanan serta menutup jalur transportasi masyarakat di sungai.
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Mar Aris Moko, menegaskan operasi ini adalah bukti nyata ketegasan TNI AL dalam melindungi masyarakat. “Tidak ada ruang bagi kelompok makar bersenjata di tanah Papua. Marinir TNI AL akan terus mengejar, menekan, dan menghancurkan setiap ancaman yang mengganggu masyarakat dan mencoba merongrong kedaulatan NKRI,” ucapnya.
Masyarakat menyambut baik keberhasilan operasi ini karena selama bertahun-tahun mereka hidup dalam kecemasan. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja di ladang, berdagang, maupun bersekolah kini bisa kembali dilakukan tanpa rasa takut.
Keberhasilan ini juga menjadi wujud profesionalisme prajurit TNI AL sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kasal menekankan pembangunan prajurit Jalasena yang tangguh, siap melaksanakan tugas operasi militer di manapun.
Baca juga: Latihan Super Garuda Shield 2025: HIMARS Menggelegar di Baturaja, Simbol Sinergi TNI dan US Army
Satgas Mobile masih terus melanjutkan operasi untuk memastikan wilayah Papua Barat Daya benar-benar terbebas dari ancaman separatis. Dengan semangat tempur yang tinggi, prajurit Marinir siap menjaga setiap jengkal tanah Papua agar tetap dalam naungan Merah Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tni.mil.id