Robot humanoid dan robot anjing K9 Polri. (dok. Divisi Humas Mabes Polri)
INDOZONE.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara tidak langsung sudah mengumumkan teknologi baru mereka yakni robot humanoid dan robot K9 atau anjing polisi. Meski begitu, Polri mengakui jika robot tersebut masih dalam proses pengembangan.
"Kami mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal," kata Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan seperti dikutip pada Minggu (29/6/2025).
Meski mengakui jika robot polisi itu masih dalam tahap pengembangan, Dedi menegaskan jika pihaknya akan terus belajar dan mengambil contoh dari negara-negara maju lainnya.
"Akan terus belajar dari praktik terbaik negara-negara maju," ungkapnya.
Di sisi lain, jenderal polisi bintang tiga ini menyebut robot polisi itu kedepan akan menjadi mitra strategis bagi personel kepolisian di masa mendatang.
"Robot-robot ini dimasa depan akan menjadi mitra strategis personel Polri. Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia sekaligus meningkatkan akurasi operasi," paparnya.
Untuk diketahui, Polri bakal memamerkan puluhan robot polisi dan anjing polisi pada HUT Bhayangkara mendatang. Robot tersebut bukan hanya robot biasa, melainkan robot yang bisa bertugas.
Ada sebanyak tujuh fungsi kepolisian yang juga bisa dikerjakan oleh robot ini. Ketujuh fungsi itu antara lain pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai atau area bencana, penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan.
Fungsi ketiga terkait pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran, pengumpulan barang bukti forensik seperti sidik jari dan sampel DNA di TKP, pengawasan lalu lintas melalui pemantauan pelanggaran dan identifikasi kendaraan.
Fungsi keenam patroli cerdas dengan dukungan teknologi pengenalan wajah atau face recognition dan terakhir deteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika dan bahan kimia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan