Rabu, 06 NOVEMBER 2024 • 16:36 WIB

Naturalisasi Pemain di Timnas Indonesia Masih Pro Kontra: Solusi atau Penghalang Talenta Lokal?

Author

Skuad Timnas Indonesia.

INDOZONE.ID - Naturalisasi dalam sepak bola telah menjadi fenomena yang semakin umum diterapkan oleh negara-negara di seluruh dunia. Program naturalisasi ini untuk meningkatkan kekuatan tim nasional.

Indonesia salah satu negara yang gencar melakukan naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan naturalisasi, diharapkan performa Timnas Indonesia semakin membaik, di tengah talenta lokal yang belum memenuhi standar kompetitif yang diinginkan.

Namun, langkah ini juga sering kali menuai pro dan kontra, baik dari kalangan penggemar maupun pakar sepak bola.

Baca Juga: Prestasi Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI dan Menteri BUMN Dipuji Waketum PAN

Anita Jacoba Kritik Naturalisasi

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba kritik naturalisasi.

Belum lama ini, Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah jadi sasaran kemarahan suporter Timnas Indonesia setelah mengkritik program naturalisasi PSSI.

Kritik itu dilontarkan Anita dalam saat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora dan PSSI untuk membahas permohonan kewarganegaraan Indonesia bagi beberapa pemain keturunan, yaitu Kevin Diks, Estella Loupatty, dan Noa Leatomu.

Kader Partai Demokrat itu mempertanyakan kebijakan PSSI yang selalu mengambil pemain dari luar negeri.

"Pertanyaan saya kenapa kita mesti ambil dari luar, tidak sekali ini beberapa kali. Mau sampai kapan ambil atlet dari luar?," kata Anita.

Lebih lanjut katanya, Indonesia memiliki segudang talenta potensial di bidang sepak bola. Sehingga kebijakan naturalisasi dinilai jadi penghalang bagi talenta lokal untuk berkembang.

"Kita tidak miskin atlet. Banyak atlet berbakat di sini. Mengapa harus selalu mengambil dari luar negeri?" ujarnya.

"Bukan sekali atau dua kali naturalisasi ini dilakukan. Sudah cukup sering, dan pertanyaannya, apa langkah konkret PSSI dan Kemenpora dalam melatih atlet-atlet kita?," tambahnya.

Kritikan Anita itu langsung menuai kemarahan pecinta sepak bola Tanah Air. Banyak yang menganggap Anita tidak paham dengan pentingnya naturalisasi dalam sepak bola.

Selain itu, Anita juga dinilai mendiskriminasi para pemain diaspora Indonesia.

Seberapa Penting Naturalisasi?

Naturalisasi dapat memberikan dampak positif dengan memperkuat tim nasional dalam jangka pendek.

Pemain asing yang dinaturalisasi sering kali memiliki pengalaman dan keterampilan yang sudah terasah di liga-liga besar dunia, sehingga kehadiran mereka mampu memberikan warna dan kualitas baru bagi permainan tim nasional.

Pemain naturalisasi Indonesia, Thom Haye dan Pattynama.

Pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menyatakan bahwa naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia merupakan langkah yang tak terelakkan dalam perkembangan sepak bola di kancah global.

"Naturalisasi adalah keniscayaan dalam sepak bola global karena semua negara akan melakukannya," kata Akmal Marhali dalam acara pemaparan rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia bertema "Sikap Publik terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas" yang diikuti secara virtual di Jakarta, Selasa (6/11/2024).

Naturalisasi Sudah Dilakukan Sejak Dulu

Akmal mengatakan, naturalisasi pemain bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia, bahkan ketika Indonesia tampil pada Piala Dunia 1938 sudah menggunakan pemain naturalisasi.

Pada era 1950-an, Timnas Indonesia juga diperkuat oleh lima pemain naturalisasi, termasuk kiper naturalisasi pertama, Arnold Wouter van der Vin.

Sejak era Cristian Gonzales hingga saat ini, tercatat ada 108 pemain yang dinaturalisasi, termasuk 15 pemain yang kini membela timnas.

Menurut Akmal, naturalisasi pemain sudah berlangsung lama dan menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan dalam perkembangan sepak bola dunia.

Ia juga menambahkan bahwa FIFA memperbolehkan setiap negara melakukan proses naturalisasi pemain, sesuai persyaratan yang diatur dalam Statuta FIFA Pasal 19.

Tantangan Naturalisasi

Namun, di sisi lain, naturalisasi dalam sepak bola juga menghadirkan sejumlah tantangan dan kritik. Banyak yang mempertanyakan loyalitas pemain yang dinaturalisasi terhadap negara baru mereka, terutama jika mereka tidak memiliki ikatan kuat dengan budaya atau masyarakat setempat.

Beberapa pihak juga khawatir bahwa terlalu banyak pemain asing di dalam tim nasional bisa menghambat pengembangan talenta lokal. 

Akmal menilai, naturalisasi juga bisa menjadi "bom waktu" jika prestasi Timnas Indonesia menurun.

"Kalau prestasi turun maka banyak orang yang akan mengkritik kebijakan naturalisasi ini," ujarnya.

Mayoritas Publik Dukung Naturalisasi

Menurut survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, sebanyak 71,5 persen warga Indonesia setuju dengan naturalisasi.

Survei publik dukung naturalisasi.

Temuan ini berdasarkan survei yang dilakukan pada 10-15 Oktober 2024 dengan tajuk Sikap Publik Terhadap Kebijakan Naturalisasi Pemain Timnas.

"Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan," kata Founder dan Peneliti Utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi.

Baca Juga: Naturalisasi Jadi Amunisi Baru PSMS Medan, Manajemen Sudah Pra Kontrak Mamadou

Kemudian, 64,6 persen masyarakat Indonesia puas dengan kualitas permainan Timnas yang sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU