Selasa, 05 NOVEMBER 2024 • 21:00 WIB

Fakta Suami Tikam Istri saat Live Karaoke di Facebook, Potret Mengerikan KDRT

Author

Ilustrasi KDRT atau kekerasan terhadap perempuan.

INDOZONE.ID - Peristiwa penikaman istri oleh suami di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tengah menjadi sorotan, terutama di dunia maya.

Terlebih, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (2/11/2024) itu terjadi saat sang istri bernama Hertalina Simanjuntak, tengah bernyanyi bersama kerabatnya, dengan disiarkan secara live streaming di Facebook.

Perempuan 46 tahun yang merupakan warga Dusun VIII Potean, Desa Suka Damai, Kec. Sei Bamban, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara itu ditikam oleh suaminya, Agus Herbin Tambun alias Andre.

Bukan hanya disaksikan oleh kerabatnya, aksi bejat Agus Herbin turut disaksikan sejumlah warganet yang tengah menyaksikan siaran live streaming tersebut.

Fakta-fakta Suami Tikam Istri saat Live Facebook

Waktu dan Lokasi

Peristiwa penikaman itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (2/11/2024) di Desa Suka Damai, Kec. Sei Bamban, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Saat itu, Hertalina tengah menikmati musik sambil karaoke bersama kerabatnya, dengan disiarkan melalui live streaming di Facebook.

Ditikam Pakai Pisau

Saat bernyanyi secara live, Hertalina dan kerabatnya tengah menyanyikan lagu rohani. Saat asyik melakukan aktivitasnya itu, Agus Herbin tampak datang dan melintas di belakang Hertalina.

Baca Juga: Sadis! Seorang Perempuan Ditikam Suaminya saat Karaoke Live Facebook

Tak disangka, Agus ternyata mengambil pisau yang langsung dipakai untuk menikam istrinya lima kali, yaitu di bagian perut, payudara, dan tangan.

Hertalina yang duduk bersila sambil memegang microphone, langsung terjungkal lemas.

Kepanikan dan Respons Keluarga

Aksi penikaman Hertalina (kanan) yang dilakukan oleh suaminya sendiri saat sedang berkaraoke dan Live di Facebook

Aksi Agus Herbin disambut jeritan histeris keluarga Hertalina. Namun peristiwa yang berlangsung cepat itu tampaknya membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Beruntung ada yang memegangi Agus dan mencegahnya meneruskan aksi bejatnya tersebut.

Meninggal di Perjalanan

Kerabat Hertalina kemudian membawa perempuan 46 tahun itu ke Rumah Sakit Chevani Tebing Tinggi.

Sayang, nyawanya tak tertolong hingga Hertalina harus mengembuskan napas terakhirnya.

Ditangkap dalam Pelarian

Agus Herbin sempat melarikan diri setelah menikam istrinya yang dalam keadaan kritis. Namun polisi bergerak cepat untuk memburunya.

Agus ditemukan di rumah kerabatnya di Dusun II, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, keesokan harinya.

Dipicu Sakit Hati dan Cemburu

Setelah ditangkap, Agus Herbin mengaku pada polisi tindakannya tersebut dipicu oleh rasa sakit dan cemburu. Menurutnya, sang istri kerap melontarkan ejekan padanya.

Selain itu, menurut penuturan Agus Herbin pada polisi, Hertalina juga masih berkomunikasi dengan mantan suaminya, yang membuatnya dibutakan rasa cemburu.

Potret Mengerikan KDRT

Peristiwa ini menambah panjang catatan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terus terjadi di Indonesia. Mengutip data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2024, hingga November sudah ada 21.732 kasus KDRT yang tercatat.

Dari jumlah tersebut, korbannya adalah 4.807 orang laki-laki. Adapun perempuan yang menjadi korbannya berkali-kali lipat, yaitu 18.835 orang.

Secara presentase, pelakunya diominasi oleh laki-laki yaitu sebanyak 88,8 persen. Adapun pelaku perempuan sebanyak 11,2 persen.

Parahnya, 61,3 persen kasus tersebut terjadi di rumah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman.

Penyebab KDRT

Ilustrasi KDRT (Freepik)

Ketidaksetaraan Gender

Berdasarkan laporan UN Women, norma sosial atau sistem patriarki menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian KDRT.

Baca Juga: KDRT Bukan Hal Baru, tapi Masih Banyak yang Belum Paham: Ingat, Korban Jangan Takut Lapor!

Ini karena dalam norma atau sistem patriarki, laki-laki ditempatkan sebagai pemimpin, sementara perempuan berada di bawahnya.

Kontrol dan Manipulasi

Pelaku KDRT kerap kali memiliki kontrol berlebih pada pasangannya. Kadang mereka juga bersikap manipulatif agar korban tetap berada dalam kendalinya.

Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Alkohol dan narkoba juga sering melatarbelakangi peristiwa KDRT. Zat-zat ini dapat meningkatkan agresivitas dan impulsivitas pelaku, sehingga meningkatkan risiko kekerasan.

Masalah Ekonomi

Persoalan ekonomi juga kerap menjadi penyebab KDRT. Ini karena kesulitan ekonomi dapat memicu stres dan frustasi yang berujung pada kekerasan.

Rasa Cemburu

Rasa tidak percaya berlebihan pada pasangan juga dapat memicu tindak kekerasan. Hal ini bisa terjadi karena keadaan hubungan dengan pasangan, tapi juga sering dikatikan dengan gangguan kepribadian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpppa.go.id, Unwomen

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU