Rabu, 03 JUNI 2026 • 16:28 WIB

Sederet Kontroversi Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN yang Dicopot Presiden Prabowo

Author

Kepala BGN Dadan Hindayana. (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

INDOZONE.ID - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026).

Pencopotan Dadan diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Baca juga: Kepala BGN Diganti: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Tunjuk Nanik Sudaryati Deyang

Posisi Dadan kemudian digantikan oleh Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN.

Selama menjabat, sejumlah kontroversi mewarnai perjalanan karier Dadan. Kebijakan dan pernyataannya kerap memancing kritik publik.

Nah dalam artikel ini, Indozone akan merangkum deretan kontroversi Dadan Hindayana selama menjabat Kepala BGN.

1. Serangga dan Ulat Sagu Jadi Menu MBG

Dadan Hindayana pernah mengusulkan serangga dan ulat sagu sebagai alternatif sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Dadan saat hadir dalam Rapimnas Perempuan Indonesia Raya pada Sabtu (25/1/2025).

Dadan mengatakan, di daerah tertentu biasa mengonsumsi serangga seperti belalang dan ulat sagu sebagai sumber protein.

Sontak saja usulan Dadan menuai perdebatan publik. Sebagian ada yang pro dan sebagian lagi menilai usulan itu tak perlu diterapkan.

2. Sehari Konsumsi Dua Liter Susu

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Kontroversi lainnya adalah ketika Dadan mengusulkan anak-anak Indonesia wajib mengonsumsi susu dua liter per hari.

Hal itu disampaikan Dadan saat hadir di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 25 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Dadan menceritakan kedua putranya yang memiliki tinggi badan di atas 180 cm karena mengonsumsi dua liter susu per hari.

Namun usulan Dadan dikritik oleh para ahli gizi karena berisiko bagi kesehatan. Para ahli gizi mengatakan, konsumsi susu berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, masalah penyerapan nutrisi, hingga kelebihan kalori.

3. Pengadaan dan Anggaran 

Selain pernyatannya yang menuai polemik, kebijakan Dadan juga memicu sorotan publik. Berikut ini sejumlah pengadaan BGN yang tuai kontroversi:

1. Pengadaan 25 ribu unit motor listrik (jenis trail) sebesar Rp1,2 triliun, di mana harga per unitnya Rp42 juta hingga Rp52 juta.

2. Pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan layanan Internet of Things (IoT) senilai triliunan rupiah.

3. Pengadaan peralatan dapur massal untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp252,42 miliar dan alat makan massal sebesar Rp89,32 miliar

4.  Pengadaan tablet, perangkat elektronik (laptop/printer), hingga perlengkapan lapangan seperti semir sepatu sebesar Rp6,31 triliun.

4. Rencana Bagikan MBG untuk Anak Sekolah Indonesia-Jeddah

Kontroversi terbaru Dadan sebelum dicopot adalah rencana perluasan program MBG ke Sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi.

Dadan mengatakan, jika mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo, ia akan menjalankan program tersebut. 

Baca juga: Profil Mayjen Trenggono, Jenderal TNI yang Ditunjuk Presiden Prabowo Jadi Wakil Kepala BGN

Ia mengatakan, banyak siswa di Arab Saudi ingin merasakan manfaat program MBG seperti yang dirasakan siswa sekolah di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU