Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 12:40 WIB

BGN Terapkan Standar Zero Defect dalam Program MBG

Author

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

INDOZONE.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mengadopsi pendekatan baru dengan prinsip zero defect, atau tanpa cacat, untuk memastikan setiap porsi makanan yang disajikan aman, bergizi, dan higienis.

Dadan menyebut kebijakan ini terinspirasi dari sistem pengendalian kesehatan yang diterapkan saat pandemi COVID-19, yang menekankan kehati-hatian, pengawasan ketat, dan intervensi cepat terhadap potensi risiko kesehatan.

“Kami sedang berusaha melengkapi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan rapid test untuk menguji bahan baku. Berdasarkan pengalaman Jepang, yang sudah 100 tahun menjalankan program makan bergizi, 90 persen gangguan pencernaan disebabkan oleh kualitas bahan baku,” ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (21/10/2025).

Standar Baru Pelaksanaan SPPG

BGN telah menetapkan standar baru bagi penyelenggara SPPG untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi di sekolah-sekolah. Rata-rata penerima manfaat di setiap SPPG kini ditetapkan antara 2.000 hingga 2.500 anak, dan dapat mencapai 3.000 anak apabila unit tersebut memiliki juru masak bersertifikat profesional.

Baca juga: KPK Kaji Pelaksanaan Program MBG untuk Cegah Korupsi

“Kami meminta agar juru masak profesional mendampingi terutama SPPG baru selama lima hari, dan jika diperlukan bisa diperpanjang,” jelas Dadan.

Selain itu, BGN akan melengkapi seluruh SPPG dengan alat sterilisasi food tray berteknologi tinggi yang mampu mengeringkan wadah makanan hanya dalam tiga menit pada suhu 120 derajat Celsius.

“Dengan alat itu, wadah makanan yang telah dicuci bisa langsung steril dan kering dalam waktu singkat. Ini penting untuk menjamin higienitas makanan yang akan dikonsumsi anak-anak,” imbuhnya.

Jaminan Kualitas Air dan Bahan Baku

Faktor kualitas air menjadi perhatian utama dalam sistem baru MBG. Dadan menegaskan bahwa air yang digunakan untuk memasak harus bersertifikat layak konsumsi, seperti air galon atau air isi ulang, yang telah melalui proses sertifikasi resmi.

Baca juga: BGN Ungkap 3 Kunci Sukses Program MBG

“Kualitas air di Indonesia masih belum merata, sehingga kami akan memastikan air yang dipakai memasak memenuhi standar kesehatan,” kata Dadan.

Langkah-langkah pengawasan yang ketat ini, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa program MBG tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menjamin keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Membangun Sistem Gizi Nasional yang Andal

Pendekatan zero defect disebut sebagai tonggak baru dalam pembangunan sistem gizi nasional yang berkelanjutan. BGN menargetkan seluruh SPPG di Indonesia akan memenuhi standar baru ini secara bertahap mulai akhir 2025, seiring peningkatan fasilitas dan kompetensi tenaga penyelenggara.

“Kami ingin setiap porsi MBG bukan hanya bergizi, tapi juga aman, sehat, dan dihasilkan lewat proses yang terkendali penuh,” tutup Dadan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU