Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 17:25 WIB

7 Fakta Panas Muktamar PPP Ricuh: Mardiono Klaim Menang Aklamasi

Author

Muktamar ke-10 PPP ricuh. (Antara Foto/Putra M. Akbar)

INDOZONE.ID - Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta berubah menjadi ricuh pada Sabtu (27/9/2025)

Buntut insiden tersebut, Plt. Ketua Umum PPP menyampaikan maaf, mengklaim menang aklmasi hingga peserta cedera..

Berikut poin-poin penting yang wajib kamu tahu terkait Muktamar ke-10 PPP.

1. Mardiono Minta Maaf

Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, membuka muktamar dengan menyinggung perbedaan pendapat, yang berakhir ricuh. Oleh karena itu, dia memohon maaf.

“Tidak ada manusia yang tanpa salah. Oleh karena itu, saya meminta maaf bukan hanya kepada kader PPP, tapi juga kepada bangsa Indonesia,” ucapnya dikutip Antara.

2. Mengingat Konflik Kelam 2014–2019

Mardiono menyinggung periode kelam PPP yang penuh konflik internal. Menurutnya, perpecahan saat itu jadi pelajaran berharga agar partai tetap solid.

“Persatuan jauh lebih penting daripada perpecahan,” katanya.

Baca juga: PPP Dinilai Krisis Tokoh, IPR: Butuh Sosok Berpengaruh dan Bermodal Kuat

3. Riuh Yel-Yel Calon Ketua Umum

Muktamar juga diwarnai riuh dukungan untuk tiga nama kandidat Ketum. Mardiono, Agus Suparmanto dan Husnan Bey Fananie.

“Muktamar adalah forum tertinggi. Hak menentukan arah partai ada di Muktamirin, bukan segelintir orang,” kata Mardiono.

4. Kericuhan Pecah

Suasana semakin panas ketika keributan pecah di arena. Beberapa kader mengalami luka di kepala dan bibir hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Dalam demokrasi tidak boleh diciderai oleh hal-hal yang tidak konstitusional,” ujar Mardiono.

5. Aklamasi Jadi Jalan Keluar

Meski suasana ricuh, pimpinan sidang memutuskan percepatan pemilihan dengan aklamasi. Sekitar 80 persen peserta disebut setuju Mardiono kembali memimpin.

“Saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan. Mereka setuju dan saya ketuk palu," uvap Amir Uskara, pimpinan sidang.

6. Romahurmuziy Bantah Klaim Aklamasi

Drama belum berhenti di situ. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy alias Rommy, membantah klaim terpilihnya Mardiono secara aklamasi.

“Adanya berita yang menyebut Mardiono terpilih adalah palsu, klaim sepihak, dan upaya memecah belah PPP,” tegas Rommy.

7. Agenda Muktamar Masih Berlanjut

Meski isu aklamasi mencuat, Muktamar PPP ke-10 dijadwalkan berlangsung hingga Senin (29/9). Agenda utama termasuk pembahasan AD/ART dan rekomendasi kebijakan partai. Formatur delapan orang juga dibentuk untuk menyusun struktur kepengurusan baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
Tags ppp
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU