Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 APRIL 2024 • 08:55 WIB

Gelar Aksi Depan KPU DIY, Puluhan Mahasiswa Jogja Sebut Tak Ada Partai yang Mau Oposisi

Gelar Aksi Depan KPU DIY, Puluhan Mahasiswa Jogja Sebut Tak Ada Partai yang Mau OposisiAksi gabungan warga Yogyakarta yakni Jagad di depan Kantor Pemilihan Umum (KPU) DI.Yogyakarta

INDOZONE.ID - "Jokowi Perusak Demokrasi, Demokrasi Sekarang Lebih Parah"

"Hidup Mahasiswa, Hidup Petani, Hidup Rakyat Kecil"

Begitulah orasi aksi gabungan warga Yogyakarta yakni Jagad (didominasi mahasiswa) di depan Kantor Pemilihan Umum (KPU) DI.Yogyakarta sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (24/4/2024).

Sebelumnya, undangan aksi sekitar pukul 11.30 namun mundur lebih dari satu jam.

Baca Juga: SAH! Heroe Purwadi Kumpulkan Berkas Cawali Yogyakarta Lewat Golkar

Dalam melakukan aksi massa membawa sejumlah banner diantaranya bertuliskan 'Fakta Presiden Partisipan? Netral? Itu Namanya Grup Band Lur', 'Menang Tanpa Ngasorake Lali Nganggo Modus Bansos', 'Pembunuh Demokrasi', 'Demokrasi Sekarat, Bangun Oposisi Rakyat'.

Adapun maksud dilakukan aksi itu, massa masih menilai hasil sidang Pemilu 2024 oleh pasangan pilpres Prabowo-Gibran sudah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) masih dianggap curang, lantaran MK menolak sejumlah gugatan yang menunjukkan beragam bentuk nepotisme dan kejahatan demokrasi.

Putusan MK ini, menurut massa bukan saja bermakna kemenangan telak bagi Prabowo-Gibran dan politik dinasti Jokowi. Lebih jauh menurutnya, ini semakin menegaskan tanda-tanda kematian masa depan demokrasi kita. Suara oposisi jelas-jelas sudah diabaikan.

Baca Juga: Begini Cara Sadis Tante Bunuh Bocah Akibat Dendam ke Ibunya di Tangerang

"Tidak ada partai yang berani oposisi. Artinya tidak ada keseriusan, Nasdem saja yang mengusung Anies sekarang ini malah merapatkan ke Prabowo. Ini kedepannya bisa-bisa setelah dilantiknya Prabowo tidak ada partai yang beroposisi," seru salah salah orator aksi.

Melihat hal itu, mereka (massa) meminta seluruh masyarakat terutama Gen Z maka harus menunjukkan taringnya untuk beroposisi.

"Cara membangun oposisi rakyat, kubu partai dan kubu partai harus direvisi karena lahirnya ancaman tidak ada oposisi," sambung orator lain.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI Tersambar Petir saat Berteduh di Bawah Pohon Dekat Mabes TNI, Langsung Dibawa ke RS

Pernyataan para orator yang terdiri mahasiswa itu, dipertegas oleh Usman Hamid selaku Direktur Amnesti Internasional yang turut kecewa atas putusan hakim MK beberapa waktu lalu, hal utama yang ia sorot yakni soal sengketa hasil pilpres.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gelar Aksi Depan KPU DIY, Puluhan Mahasiswa Jogja Sebut Tak Ada Partai yang Mau Oposisi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!