Seskab Teddy Indra Wijaya (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt/pri.)
INDOZONE.ID - Sekretaris Kabinet, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Dikreg LXVII Seskoad). Pendidikan ini diketahui merupakan pendidikan untuk membentum kemampuan kepemimpinan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono membenarkan hal tersebut. Proses pendidikan ini pun saat ini tengah berlangsung.
"Dapat kami sampaikan bahwa benar Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat," kata Donny kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Donny mengatakan ikut sertanya Teddy sebagai bentuk pembinaan karir di TNI AD.
Baca juga: Seskab Teddy dan Mensos Saifullah Bahas BLT Pengungsi Sumatra: Minimal Rp8 Juta per KK
"Keikutsertaan Letkol Inf Teddy dalam Dikreg Seskoad merupakan bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD yang dilaksanakan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.
Disisi lain, berkaitan dengan kesibukan Teddy lantaran saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, Donny menyebut pendidikan Seskoad sendiri tidak melelulu dilakukan secara tatap muka.
"Adapun pelaksanaan pendidikannya ada yang menggunakan metode tatap muka dan ada yang secara daring menyesuaikan pengembangan pendidikan dan dinamika tugas serta kebutuhan organisasi," kata Donny.
Lebih jauh, Donny sendiri menjelaskan berkaitan dengan Seskoad itu sendiri. Disebutkan pendidikan Seskoad bertujuan untuk membentuk perwira menengah TNI berpangkat Mayor atau Letkol.
Baca juga: Beredar Rumor Kapolri Listyo akan Diganti, Ini Kata Seskab Teddy
"Seskoad merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI AD yang bertujuan membentuk perwira menengah agar memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial dan wawasan strategis untuk mendukung pelaksanaan tugas pada jabatan staf maupun komando," kata Donny.
"Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri serta perwira negara sahabat, dengan kurikulum yang mencakup ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan serta kajian geopolitik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: