INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini, nama Febrie Adriansyah kembali ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Sorotan itu muncul setelah adanya penggeledahan di dua lokasi terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, gratifikasi, suap, hingga tindak pidana pencucian uang atau TPPU pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kasus tersebut membuat publik kembali menaruh perhatian pada sosoknya, terlebih Febrie dikenal sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.
Lantas, seperti apa biodata Febrie Adriansyah dan kasus apa saja yang pernah ditanganinya? berikut penjelasannya:
Biodata Febri Adriansyah
Berikut beberapa biodata Febri Adriansyah yang bisa kamu ketahui:
- Nama Lengkap: Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H.
- Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Februari 1968
- Jabatan Saat Ini: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung
- Almamater: Universitas Jambi (S1 Fakultas Hukum)
Jadi Febrie menghabiskan masa kecil dan remaja di Jambi. Kemudian, drinya menempuh pendiidkan tinggi di fakultas Hukum Universitas Jambi sekaligus berhasil menyelesaikan gelar sarjananya pada tahun 1992.
Menariknya, di kota tersebut juga jadi ajang awal mula Febrie Adriansyah merintis kariernya di korps Adhyaksa.
Perjalanan Karier Febrie Adriansyah
Karier Febrie Adriansyah dalam Kejaksaan Agung dibangun melalui proses panjang dan bertahap.
Ia memulai langkahnya dari daerah Jambi setelah menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Jambi, lalu dipercaya menempati sejumlah posisi penting di lingkungan kejaksaan.
Baca juga: Daftar 20 Nama Calon Pimpinan KPK yang Lolos Profile Assessment
Febrie pernah menjabat sebagai berbagai peran, yakni Kepala Seksi Intelijen, Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa wilayah, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Puncak kariernya semakin menjadi sorotan ketika ia dipercaya sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus, sebelum akhirnya dilantik menjadi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus pada Januari 2022.
Rekam Jejak Kasus yang Ditanganin
Melalui beberapa tahap dan tatangan dalam kariernya, tidak bisa dipungkiri bertapa jagonya dirinya dalam membrantas kasus korupsi.
Berikut beberapa kasus korupsi yang dirinya tanganin dengan baik:
Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwasraya
Kasus Jiwasraya menjadi salah satu perkara korupsi besar di sektor keuangan yang menarik perhatian nasional.
Baca juga: Dituding Politik Dinasti, Ini Profil dan Biodata Lengkap Gibran Rakabuming
Dalam perkara ini, kerugian negara disebut mencapai Rp16,8 triliun.
Nah, Febrie Adriansyah yang saat itu berada di posisi strategis penyidikan ikut terlibat dalam penanganan kasus tersebut bersama tim Kejaksaan Agung.
Kasus Korupsi PT Asabri
Setelah Jiwasraya, Kejaksaan Agung juga menangani kasus korupsi PT Asabri yang nilai kerugiannya jauh lebih besar.
Perkara ini disebut menimbulkan kerugian negara hingga Rp22,78 triliun.
Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO dan Minyak Goreng
Febrie Adriansyah juga menjadi sorotan saat Kejaksaan Agung menangani perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil atau CPO.
Kasus ini mencuri perhatian karena terjadi di tengah kelangkaan minyak goreng yang dirasakan masyarakat.
Perkara tersebut dianggap penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok publik.
Saat Pemberantas Korupsi Ulung Ikut Terseret Dugaan Korupsi
Adapun kronologi Febrie Ardiansyah jadi dugaan Korupsi:
Penggeledahan dilakukan pada Rabu, 8 Juli 2026
Nama Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan setelah penyidik Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi, gratifikasi, suap, dan TPPU.
Dua lokasi di Cipete ikut digeledah
Lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan di antaranya Cafe De Clan dan Poin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.
Penyidikan ini disebut berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PLN batu bara, PT Asabri, Jiwasraya, hingga Krakatau Steel.
Polisi menemukan uang asing dan dokumen
Dalam penggeledahan, polisi menyita tumpukan uang dollar AS dan Singapura yang disimpan di dalam brankas tersembunyi.
Selain uang, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen untuk didalami lebih lanjut.
Rumah Febrie Adriansyah dijaga ketat TNI
Di tengah proses penggeledahan tersebut, rumah Febrie Adriansyah juga menjadi perhatian karena terlihat dijaga ketat aparat TNI.
Menurut keterangan Puspen TNI, pengamanan itu dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
TNI menyebut penjagaan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap jaksa dalam menjalankan tugas negara.
Meski muncul bersamaan dengan proses penggeledahan oleh Polri, TNI menegaskan pengamanan rumah Jampidsus itu tidak berkaitan langsung dengan penyidikan yang sedang berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Teknokrat.ac.id