Sabtu, 04 JULI 2026 • 11:39 WIB

Polisi Ungkap Banyak Luka pada Jasad Pilot WNA AS dalam Insiden Pembakaran Pesawat di Papua

Author

Pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III melaksanakan evakuasi jenazah pilot pesawat WNA AS. (ANTARA/HO-Penerangan Koops TNI Habema)

INDOZONE.ID - Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua membeberkan hasil pemeriksaan jasad pilot warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS), bernama Captain Nicholas F. Goselin (29) dalam insiden pembakaran pesawat di Papua. Pada jasad korban, ditemukan banyaknya luka.

“Pada malam hari ini, kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

"Mengapa tidak dilakukan autopsi? Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi," sambungnya.

Sementara itu, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, mengungkap hasil pemeriksaan terhadap jasad korban. Ia membeberkan ditemukan sejumlah luka terbuka di tubuh korban.

Baca juga: Kronologi Pembakaran Pesawat di Papua: Komunikasi dengan Pilot Terputus!

"Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri dan daerah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, patah tulang rahang atas kiri dan kanan, patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul," jelas dr. Rommy.

"Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel contact gunshot wound, yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," sambungnya.

Selain itu, terdapat jalur peluru yang masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan. Itu menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.

"Pemeriksaan radiologi X-Ray menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen," ungkap dr. Rommy.

Hasil pemeriksaan mendapati adanya lintasan peluru masuk hingga keluar yang merusak dasar tengkorak. Rommy menyebut luka inilah yang akhirnya menewaskan sang pilot.

"Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tambah Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua.

Diberitakan sebelumnya, pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor register PK-RCY dibakar di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan. Pesawat tersebut diketahui dikendarai oleh 1 pilot dengan 7 penumpang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU