Rabu, 03 JUNI 2026 • 09:20 WIB

Profil Nanik S. Deyang, Jurnalis Senior yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional

Author

Nanik S Deyang yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), berbincang dengan siswa saat meninjau pelaksanaan program MBG di SMK Negeri 1 Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

INDOZONE.ID - Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan oleh Presiden Prabowo Subianto ini menempatkan sosok berlatar belakang jurnalistik dan komunikasi publik tersebut di posisi strategis, yang bertanggung jawab mengawal salah satu program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pergantian kepemimpinan di BGN menarik perhatian publik, karena Nanik Sudaryati Deyang selama ini dikenal bukan berasal dari kalangan ahli gizi atau akademisi pangan, melainkan memiliki rekam jejak panjang di dunia media, politik, dan komunikasi publik.

Namun, pengalamannya selama menjadi Wakil Kepala BGN menunjukkan keterlibatan langsung dalam pengawasan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Siapa Nanik S. Deyang?

Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia lebih dulu membangun karier sebagai jurnalis.

Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia. Pengalaman di dunia jurnalistik tersebut kemudian membawanya menempati posisi strategis sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP).

Baca juga: Kepala BGN Diganti: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Tunjuk Nanik Sudaryati Deyang

Pengalaman panjang di industri media membuat Nanik dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Karier Politik dan Kedekatan dengan Prabowo

Nama Nanik mulai dikenal luas di tingkat nasional ketika terlibat aktif dalam tim pendukung Prabowo Subianto.

Pada Pemilihan Presiden 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Posisi tersebut semakin mengukuhkan perannya dalam strategi komunikasi politik nasional.

Setelah Prabowo memimpin pemerintahan, Nanik memperoleh tugas di sektor pengentasan kemiskinan. Ia dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.

Pengalaman di BP Taskin menjadi salah satu bekal penting sebelum dirinya masuk ke Badan Gizi Nasional, yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan kemiskinan melalui perbaikan gizi masyarakat.

Dari Wakil Kepala BGN hingga Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

Pada reshuffle Kabinet Merah Putih September 2025, Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Dalam jabatan tersebut, ia memegang peran penting dalam dua aspek utama, yakni komunikasi publik dan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Tak hanya itu, Nanik juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG yang bertugas memastikan program berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengalamannya selama menjabat wakil kepala membuatnya memahami secara langsung tantangan operasional program yang kini telah menjangkau puluhan ribu titik layanan di seluruh Indonesia.

Rekam Jejak Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu hal yang paling menonjol dari kepemimpinan Nanik selama berada di BGN adalah pendekatannya yang tegas terhadap pengawasan lapangan.

Ia kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar operasional prosedur Program MBG diterapkan dengan baik.

Dalam sejumlah kunjungan, termasuk ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Nanik secara langsung memeriksa kondisi dapur, kualitas sanitasi, tata letak fasilitas, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjalankan program.

Dari berbagai sidak tersebut, ia menemukan sejumlah pelanggaran yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan, mulai dari standar higienitas yang belum terpenuhi hingga fasilitas sanitasi yang dinilai kurang memadai.

Nanik juga dikenal tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap mitra yang tidak memenuhi standar. Beberapa SPPG bahkan ditangguhkan sementara atau di-suspend sampai seluruh ketentuan dan SOP berhasil dipenuhi.

Selain fokus pada kualitas makanan dan keamanan pangan, ia juga menyoroti kesejahteraan petugas di lapangan. Nanik mendorong penyediaan tempat tinggal atau mess yang layak bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, serta pengawas gizi agar mereka dapat menjalankan tugas secara optimal.

Ketegasan dalam Menjaga Kualitas Program MBG

Ketegasan Nanik terlihat dari data evaluasi terbaru Program MBG yang disampaikannya pada akhir Mei 2026.

Menurutnya, sejak program dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, terdapat 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.182 SPPG pernah mengalami penangguhan sementara karena ditemukan berbagai persoalan yang memerlukan perbaikan.

Sebanyak 5.659 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, masih terdapat 2.213 SPPG yang tetap ditangguhkan karena belum memenuhi standar sesuai petunjuk teknis, baik dari sisi manajemen maupun kondisi bangunan.

Baca juga: Prabowo Sebut MBG Jadi Rujukan Dunia: Dorong Ekonomi, Serap Jutaan Tenaga Kerja

Penangguhan tersebut dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk laporan masyarakat, masukan dari pemerintah daerah, hasil sidak, serta pemantauan terhadap kejadian yang dialami penerima manfaat program.

Data tersebut menunjukkan bahwa Nanik menempatkan kualitas pelaksanaan program sebagai prioritas utama, meski harus mengambil keputusan yang tidak populer bagi sebagian mitra pelaksana.

Tantangan Besar Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang menyasar jutaan pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia. Dengan cakupan yang sangat luas, pengawasan kualitas menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan secara konsisten.

Selain memastikan distribusi makanan berjalan lancar, BGN juga harus menjaga standar keamanan pangan, kualitas gizi, efektivitas anggaran, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra pelaksana.

Rekam jejak Nanik sebagai jurnalis, komunikator publik, sekaligus pengawas lapangan menjadi modal penting untuk menjalankan tugas tersebut.

Namun, keberhasilannya sebagai Kepala BGN akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara percepatan pelaksanaan program dan konsistensi terhadap standar mutu yang telah ditetapkan.

Dengan pengalaman yang dimiliki, publik kini menantikan bagaimana Nanik S. Deyang akan membawa Badan Gizi Nasional menghadapi fase berikutnya dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU