Rabu, 18 MARET 2026 • 20:28 WIB

Titik Terang Kasus Penyiraman Air Keras pada Aktivis KontraS, Polda Metro Beberkan Hasil Analisis 86 CCTV

Author

Konferensi pers kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Polda Metro Jaya membeberkan hasil penyelidikan sementara dalam mencari sosok para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polisi membongkar hasil temuan dari analisis 86 rekaman CCTV yang ada.

"Kemarin, sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman," kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Polda Metro Jaya pamerkan foto 2 pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

Dalam konferensi pers Polda Metro Jaya siang ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, membeberkan hasil analisis terkait sosok kedua pelaku. 

"Dari sejak dari kantor YLBHI, termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil itu, sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku orang tak dikenal," kata Kombes Iman.

Baca juga: Temuan Pelaku Kasus Penyiraman Air Keras Berbeda, Polri Bakal Kolaborasi dengan TNI

Rekaman CCTV kemudian menampilkan saat korban tengah mengisi BBM. Di situ, terekam pelaku menunggu korban selesai mengisi BBM.

Singkat cerita, pelaku terekam berpapasan menunggu korban dan menyiramkan air keras kepadanya.

"Kemudian, dari sini eksekutor berpisah dua motor tersebut, satu melawan arah dan termonitor di Jalan Diponegoro rekan-rekan sekalian. Termonitor di Jalan Diponegoro, diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral. Ini terlihat di video CCTV," kata Iman.

Polisi juga menunjukkan secara lebih detail tampang kedua pelaku penyiraman melalui rekaman CCTV. Polda Metro Jaya menegaskan hasil analisis ini merupakan hasil nyata tanpa teknologi AI.

"Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian ini sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan, bahwa ini bukan hasil Artificial Intelligence. Kami sampaikan bahwa ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui oleh para pelaku sehingga bukan hasil artificial intelligence," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU