INDOZONE.ID - Malang nian nasib seorang pelajar SMP yang terjebak aksi tawuran antara pelajar, sehingga menjadi korban begal oleh seorang pemuda.
Ia harus kehilangan tas dan ponselnya usai diancam menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh pemuda yang diketahui putus sekolah itu.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu 17 Desember 2025, di kawasan Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Korban kala itu hendak menuju rumah neneknya di kawasan Rawa Bokor. Ia bertemu dengan teman-temanya yang hendak melakukan aksi tawuran.
Nahas, rekan korban berhamburan karena kalah jumlah dengan pelajar dari sekolah lain. Lalu, motor korban dihadang pelaku yang diketahui berinisial HN (18).
Baca juga: Baru Bebas Penjara, Duo Begal Berulah Lagi Bahkan Ngaku Sudah Beraksi di 28 TKP Jakarta
"Salah satu pelaku menendang korban hingga terjatuh. Setelah itu, korban diancam menggunakan senjata tajam jenis celurit," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).
Korban tidak bisa melawan saat pelaku merampas tas dan ponselnya. Usai menggasak harta korban, pelaku melarikan diri.
Singkat cerita, polisi menerima laporan dari orang tua korban mengenai kasus tersebut. Polisi pun meringkus pelaku.
Kanit Unit IV Indag Krimsus Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto, mengungkapkan HN sedari awal sudah berniat mengambil tas korban.
"Pengakuan pelaku, tas tersebut rencananya akan dijual, sementara handphone korban ingin digunakan sendiri," jelas Iptu Agung.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ia terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan