Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:20 WIB

Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Mendalam Pascabencana di Sumatera

Author

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. (ANTARA/Anita Permata Dewi)

INDOZONE.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menilai perempuan mengalami trauma mendalam akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

“Saya melihat justru yang trauma, yang perlu pendekatan berkelanjutan adalah kaum perempuan, karena dia melihat rumahnya hanyut, kemudian bagaimana masa depannya dan sebagainya,” kata Arifah Fauzi di sela peluncuran Hasil Analisis Mendalam Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat perempuan terdampak membutuhkan layanan psikososial secara berkelanjutan. 

“Sehingga ini perlu ada konseling atau trauma healing secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Naik Motor Trail Kunjungi Lokasi Bencana di Agam, Gibran: Warga Sumatera Tidak Sendiri

Arifah Fauzi juga menyampaikan bahwa anak-anak secara umum tidak tampak mengalami trauma secara langsung. 

“Kalau secara keseluruhan, kita lihat anak-anak kelihatannya tidak trauma karena mereka bermain. Tapi itu punya kesan mendalam yang akan dibawa sampai nanti dewasa,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah pusat terus bergerak cepat dalam penanganan bencana, termasuk penyaluran bantuan logistik dan penanganan korban. Pemerintah juga berupaya menjangkau daerah-daerah terdampak yang aksesnya terputus.

Baca juga: Antisipasi Penimbunan BBM Usai Bencana, Polisi Pantau Puluhan SPBU

“Bapak Presiden khususnya Pemerintah Indonesia, bergerak cepat untuk bisa mengantisipasi ini semua. Untuk daerah yang terisolir, bantuan dikirim melalui helikopter,” kata Arifah Fauzi.

Sebelumnya, Menteri PPPA meninjau sejumlah posko pengungsian, di antaranya di SD Negeri 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, serta posko pengungsian korban banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak korban bencana dapat terpenuhi.

Hingga kini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten di Sumatera, guna memenuhi kebutuhan perempuan, anak, serta kelompok rentan yang terdampak bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU