Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 19:43 WIB

Ledakan SMAN 72 Jakarta, Densus 88: Ada 7 Bom, 4 Meledak Sisanya Aktif

Author

Konferensi pers Polri kasus ledakan SMAN 72 Jakut di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri membeberkan hasil temuan pihaknya terkait pemicu ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta Utara. Total, terdapat tujuh bom diantaranya sudah meledah dan sisanya masih aktif.

"Dapat kami simpulkan bahwa total di TKP kami temukan tujuh buah bom," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Dari total tujuh bom tersebut, terdapat bom yang sudah meledak dan ada bom yang belum meledak dengan kondisi aktif. Bom yang belum meledak tersebut kini sudah berhasil diamankan oleh Brimob.

Baca juga: Israel Tetap Berulah meski Gencatan Senjata: Batasi Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

"Jadi dari tujuh, empat yang meledak, tiga yang masih aktif sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya," ungkap Henik.

Di sisi lain, ada dua lokasi ledakan terjadi antara lain di dalam masjid dan area masjid di sekolah tersebut.

Ada Bom Aktif Pakai Remot

Henik mengungkap pada TKP pertama yakni di dalam masjid, terdapat bom yang sudah dalam kondisi meledak. Bom tersebut sudah mengeluarkan isinya.

"Dari beberapa barang bukti kita analisis bahwa power yang digunakan oleh terduga itu dengan menggunakan empat buah baterai A4, kemudian inisiatornya adalah electric mesh, kemudian eksplosifnya mengandung potasium klorat, kemudian switchingnya menggunakan receiver yang dikendalikan dengan remote," kata Henik.

Baca juga: Presiden Prabowo Tunda Keberangkatan ke Australia demi Bahas Penggunaan Uang Rakyat

"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote," sambungnya.

Ledakan di dalam masjid ini lah yang membuat jatuhnya banyak korban luka-luka termasuk korban yang mengalami gangguan pada pendengaranya akibat dentuman bom tersebut. Sedangkan pada lokasi kedua, bom berada di bak sampah dan di area taman baca.

"Untuk di taman baca kami mendapatkan barang bukti berupa bom dengan casing kaleng minuman bermerk coca-cola dilengkapi dengan sumbu bakar dan disebelahnya terdapat remot," kata Henik.

Bom di taman baca tersebut masih dalam posisi aktif tanpa meledak. Selanjutnya, ditemukan pula bom di area bak sampah sebanyak dia bom sudah meledak dan dua lainnya masih aktif.

"Jadi kalau tidak dibakar ya bom itu tidak meledak, namun yang dua itu dibakar oleh terduga pelaku, kemudian explosifnya sama, menggunakan potassium chloride, switchingnya itu inisiasi waktu. Jadi tergantung panjang pendeknya sumbu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU