Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 16:27 WIB

5 Fakta Keluarga Sachroni Terkubur di Rumah Indramayu: Ada Kaki Nyembul dari Tanah!

Author

Tim Inafis Polda Jabar dan Polres Indramayu saat melakukan olah TKP penemuan mayat keluarga Sachroni. (ANTARA/Fathnur Rohman)

INDOZONE.ID - Kejadian mengerikan tersaji kala lima mayat ditemukan dalam satu liang di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat (Jabar), pada Senin 1 September 2025, malam WIB.

Diketahui, identitas kelima mayat itu adalah Sachroni (76), anaknya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37), serta dua cucu, yaitu Ratu Khairunnisa (7) dan Bela (10 bulan).

Lokasi penemuan lima mayat keluarga Sachroni dalam satu liang. (ANTARA/Fathnur Rohman)

Penemuan itu kelima mayat itu pun menjadi pekerjaan rumah bagi polisi, untuk mengungkapkan apa yang terjadi terhadap mereka.

Hingga Rabu 3 September 2025, ada beberapa fakta yang terungkap terkait kasus ini. Lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan INDOZONE!

Baca juga: Polisi Duga Jenazah Satu Keluarga di Indramayu Korban Pembunuhan

5 Fakta Keluarga Sachroni Terkubur di Rumah Indramayu

1. Penemuan Berawal dari Kecurigaan Kerabat Korban

Daftar ini akan dimulai dengan bagaimana kelima mayat tersebut dapat ditemukan. Ternyata, semua berawal dari kecurigaan salah seorang kerabat Sachroni, Ema (55).

Ema mencium bau busuk dari arah samping rumah Sachroni. Selain itu, kecurigannya bertambah karena rumah Sachroni tampak sepi dan terkunci.

Bersama seorang tetangga, Ema mendobrak pintu rumah sekira pukul 17.30 WIB. Setelah masuk, bau menyengat tercium makin kuat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka.

Saat dilihat lebih seksama, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Kaki tersebut merupakan milik Sachroni. Setelahnya, mereka pun meminta tolong kepada warga lain.

Warga langsung melaporkan penemuan itu ke polisi. Pada pukul 19.30 WIB, polisi melakukan penggalian untuk mengevakuasi jenazah lainnya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Sahroni Bersama 4 Keluarga di Indramayu

2. Komunikasi dengan Keluarga Sachroni Terputus sejak 28 Agustus 2025

Keterangan lain didapatkan dari tetangga korban, Sohib (42). Ia mengaku komunikasi dengan Sachroni terputus sejak Kamis 28 Agustus 2025.

Sohib mengaku sempat menghubungi Sachroni melalui pesan singkat dan aplikasi pesan instan. Akan tetapi, pesan-pesan dari Sohib tak dapat balasan dari Sachroni.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, melihat dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban pada Sabtu 30 Agustus 2025, dini hari WIB.

Kala itu, ia tidak curiga apa pun terhadap mobil tersebut. Akan tetapi, ia dan warga mencurigai keterkaitan dua mobil pikap tersebut dengan tewaskan keluarga Sachroni.

Rumah keluarga Sachroni. (ANTARA/Fathnur Rohman)

3. Polisi Duga Keluarga Sachroni Jadi Korban Pembunuhan

Polda Jawa Barat (Jabar) pun bergerak cepat untuk mengungkap apa yang terjadi kepada keluarga Sachroni.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, keluarga Sachroni diduga kuat jadi korban pembunuhan.

“Dugaan kuat, para korban adalah hasil tindak pidana pembunuhan,” kata Kombes Hendra, dikutip dari ANTARA, Rabu (3/9/2025).

Tim Inafis Polda Jabar bersama jajaran Polres Indramayu juga sudah melakukan olah TKP lanjutan di rumah korban, pada Selasa 3 September 2025, sore WIB.

Penyidikan difokuskan pada halaman belakang rumah, serta tempat lokasi kelima mayat keluarga Sachroni ditemukan di bawah pohon nangka.

Baca juga: Indramayu Geger! Sahroni dan 4 Anggota Keluarganya Ditemukan Tewas Terkubur di Rumah

4. Keluarga Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Ini

Lalu, salah seorang kerabat korban, Nikko Hadimulya, menyampaikan, bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib.

Ia juga yakin, pihak kepolisian bisa mengungkapkan kasus tersebut sehingga para pelaku pun tertangkap.

“Saya ponakan korban. Semoga kasus ini bisa segera terungkap dan pelaku bisa ditangkap serta dihukum seberat-beratnya,” kata Nikko di Indramayu.

5. Sachroni Dikenal Pekerja Keras dan Tak Punya Masalah dengan Orang Lain

Kerabat dekat Sachroni lainnya, yaitu Agus Suhendi (51), menggambarkan bagaimana sosok korban. 

Baca juga: Geger! Jasad 1 Keluarga Ditemukan Terkubur di dalam Rumah di Indramayu

Menurutnya, Sachroni merupakan pekerja keras yang bahkan tetap berwirausaha setelah pensiun sebagai pegawai bank.

Disebutkannya, Sachroni membuka toko beras dan mengelola usaha sarang burung walet di Indramayu.

“Beliau pekerja keras. Setelah pensiun pun masih terus berusaha,” kata Agus di Indramayu.

Selain itu, ia pun mengungkapkan, bahwa Sachroni dan keluarganya tak punya masalah dengan warga sekitar. Ia pun menjelaskan, bahwa meninggalnya Sachroni sekeluarga begitu berat bagi sanak saudara korban.

“Keluarga Haji Sachroni tidak ada masalah dengan warga sekitar. Semua berjalan baik-baik saja. Semua merasa berat. Ini kehilangan besar karena satu keluarga sekaligus,” pungkas Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU