Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 19:48 WIB

KPAI Sebut TikTok Jadi Informasi Cepat Dorong Pelajar SMP-SMA Ikut Demo Ricuh di DPR

Author

sudah turun tangan ikut mengawasi langsung dan menangani anak-anak para pelajar yang diamankan oleh kepolisian buntut demo ricuh (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah turun tangan ikut mengawasi langsung dan menangani anak-anak para pelajar yang diamankan oleh kepolisian buntut demo ricuh di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta pada Senin, 25 Agustus kemarin. Hasil pendalaman KPAI ternyata mendsos menjadi salah satu faktor dorongan mereka untuk ikut berdemo.

"KPI sebenarnya menyesalkan lagi-lagi ada peristiwa seperti ini dimana aksi unjuk rasa yang sebenarnya diperkirakan berpotensi, beresiko untuk anak-anak kelompok rentan untuk anak-anak dalam hal ini, tapi anak-anak terlibat dan kami cukup surprise karena jumlahnya cukup besar," kata Komisioner KPAI Sylvana Maria Apituley kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Maria mengungkap jika dirinya sejak pagi tadi sudah berada di Mapolda Metro Jaya untuk melihat dan mendampingi secara langsung anak-anak tersebut. Dia juga menanyakan alasan mereka bisa ikut dalam demo berakhir ricuh kemarin.

Baca juga: Muka Lebam Dikeroyok Pendemo hingga HP Hilang, Lurah Manggarai Selatan Jalani Visum

"Memang pengakuan mereka beragam. Ada yang diajak teman, ada yang dalam perjalanan mau ke pasar tapi kemudian ikut diamankan, tapi ada yang mengatakan saya mau ikut demo, itu bahasa mereka di DPR," kata Maria.

"Saya mendalami apa yang kamu tahu di sana dan seterusnya. Intinya dari percakapan yang singkat ini jelas bahwa anak-anak itu tidak terlalu tahu sebenarnya apa yang mereka lakukan," sambungnya.

Ditemukan juga fakta jika adanya siswa SMP yang memakai seragam SMA saat demo hingga adanya senior atau alumni sekolah yang mengajak untuk berdemo. Kemudian, didapati fakta massa dari pelajar yang mengaku mendapatkan informasi dari media sosial TikTok hingga terdorong untuk ikut berdemo.

Baca juga: 219 Kuda Ikut Bertanding Pada Pacuan Kuda Di Aceh Tengah, Anggota DPRK Novel Apresiasi

"Memang ada berita-berita atau informasi yang mendorong mereka untuk ikut asalnya dari media sosial. Mereka menyebutkan TikTok sebagai sumber informasi cepat yang mereka tangkap lalu rasa ingin tahu mendorong mereka ikut," paparnya.

Parahnya lagi ketika ditanya terkait uang yang digunakan untuk sampai ke lokasi demo, para pelajar tersebut mengaku sengaja menggunakan uangnya sendiri.

"Saya juga sempat bertanya uang dari mana mereka bisa datang karena ada yang dari Cikarang dari Cibitung dari Cibinong dari tempat-tempat yang jauh. Mereka bilang uang mereka sendiri," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU