Rabu, 30 JULI 2025 • 07:45 WIB

Masuki Hari ke 1.251, Donald Trump Berikan Tenggat 10 Hari untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Author

Presiden AS, Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

INDOZONE.ID - Dalam pertemuannya dengan para pemimpin Eropa di Skotlandia pada hari Senin (26/07/2025), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menetapkan tenggat baru bagi Rusia untuk segera mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina, setelah sebelumnya memberikan batas waktu 50 hari. 

Trump juga memperingatkan bahwa sanksi baru akan diberlakukan jika Rusia gagal memenuhi tenggat tersebut. Konflik yang terus berlarut ini bermula pada Februari 2022, ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina

Sejak saat itu, perang telah berlangsung selama 1251 hari tanpa ada tanda-tanda mereda. Hingga kini, serangan demi serangan masih diluncurkan antar dua negara tersebut. 

Menurut laporan Kepala Administrasi Milier Kota, Tymur Tkachenko, pada hari Senin (29/7/2025), drone milik Rusia menyerang apartemen di ibukota Ukraina, Kyiv, dan mengakibatkan 8 orang terluka, termasuk satu anak berusia 4 tahun, di tengah gelombang serangan besar yang menargetkan pangkalan udara Ukraina. 

Baca juga: Wapres Gibran: Presiden Prabowo Contoh Pemimpin yang Gandeng Pendahulunya

Militer Ukraina juga menyebut bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh  309 dari 324 drone dan dua rudal, sementara sisanya menghantam lokasi yang tidak disebutkan. Serangan lain di wilayah Kropyvnytskyi juga memicu kebakaran, walaupun tidak ada korban jiwa. 

Ditengah eskalasi serangan dan tidak adanya tanda-tanda perdamaian, Rusia mendapat tekanan internasional yang semakin intens. Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Putin dan mempersingkat tenggat waktu pengakhiran perang menjadi 10-12 hari. 

“Saya akan menetapkan tenggat waktu baru sekitar… 10 atau 12 hari mulai hari ini,” ucap Trump pada wartawan ketika sedang melakukan rapat bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. 

“Kami pikir masalah itu sudah berulang kali diselesaikan, lalu Presiden Putin keluar dan mulai meluncurkan roket ke kota seperti Kyiv dan menewaskan banyak orang di panti jompo atau entah dimana. Tubuh-tubuh bergelimpangan di jalanan , dan saya katakan, itu bukan cara yang benar. Jadi kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi,” tambah Trump.

Baca juga: Kapal Perang Baru TNI AL Buatan Italia Berlayar ke Indonesia Hari Ini, Ini Spesifikasinya

Pernyataan ini langsung disambut positif oleh Presiden Ukraina. Ia menyebut pernyataan Trump sebagai “sikap yang tegas dan ketegasan yang berkomitmen”. 

“Tepat pada waktunya, ketika banyak hal dapat berubah karena kekuasaan demi perdamaian yang sejati. Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas dedikasinya dalam menyelamatkan nyawa dan menghentikan perang yang mengerikan ini,” tambah Zelenskyy. 

Di sisi lain, mantan Presiden Rusia yang berhubungan sangat baik dengan Putin, Dmitry Medvedev, menyatakan dalam akun X pribadinya bahwa Trump bermain ‘permainan ultimatum’ dengan Rusia yang semakin mendekatkan terjadinya perang antara Rusia dan Amerika Serikat. 

Dalam laman pribadinya, ia menulis, “Setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negara (Trump) sendiri.” 

Sementara itu, pada Senin (26/07/2025) kemarin, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina sangat mendukung sanksi sebagai ‘kunci utama’ dalam mengakhiri perang ini. 

Di tengah perang yang terlalu meluas dan memakan banyak korban di berbagai belahan dunia, pernyataan Trump menjadi pengingat bahwa tekanan politik global dapat menentukan arah perdamaian atau memperburuk ketegangan yang sudah rapuh. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU