INDOZONE.ID - Media sosial dhebohkan dengan adanya video menampilkan kapal TNI AL menembaki kapal nelayan di Perairan Birik, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). TNI AL sendiri buka suara meluruskan kabar tersebut.
Viralnya video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram kasadaraceh. Dalam unggahannya, terdengar suara tembakan dan memperlihatkan kapal besar serta kapal nelayan kecil.
"Kapal nelayan ditembaki saat melaut di Perairan Birik, Banyuasih, Sumatera Selatan. Akibatnya seorang nelayan bernama Yoga Pratama (28) terkena tembakan di leher," tulis akun tersebut dalam postinganya seperti dilihat pada Rabu (16/7/2025).
Baca juga: Bea Cukai dan Polda Sumut Temukan 30 Kilogram Sabu di Sampan Nelayan
Penjelasan TNI AL
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul menyebut peristiwa ini bermula saat KRI Sutedi Senoputra-378 pada 12 Juli 2025 pukul 12.45 WIB melakukan patroli di Perairan Tenggara Tanjung Jabung.
Dari radar, dilihat TB Karya Pasific 2229 yang membawa kapal tongkang TK Pasific Star 8615 dengan muatan batu bara.
"Terlihat tiga kapal nelayan kecil sedang menambatkan tali diburitan tongkang sehingga diduga adanya tindak ilegal," kata Tunggul.
TNI kemudian mencoba melakukan pengejaran terhadap dua kapal yang diketahui bernama KM Asqhal dan KM Asqhal 2, namun kedua kapal tidak kooperatif.
Pengeras suara hingga tembakan dengan peluru hampa sudah digunakan untuk menyuruh kedua kapala merapat ke KRI akan tetapi kapal tersebut malah berupaya kabur dengan menambah kecepatan untuk menuju daratan.
"KRI menerjunkan tim VBSS 1 untuk pengejaran, penangkapan dan penyelidikan ke KM Asqhal 2 dengan melepaskan tembakan peringatan, namun KM Asqhal 2 mencoba menabrakan kapalnya. Tim VBSS 1 melepaskan tembakan dengan peluru karet 5 butir, namun KM Asqhal 2 tetap menambah kecepatan ke daratan dengan kondisi satu orang terkena peluru karet," kata Tunggul.
Tim kemudian melepas 15 butir peluru karet. Singkat cerita, satu kapal yakni KM Asqhal berhasil diamankan dengan kondisi 3 dari 4 ABK terkena peluru karet dan mengalami luka ringan.
Saat digeledah kapal tersebut, ditemukan ditemukan bekas obat-obatan diduga psikotropika yang sudah dipakai. Mereka kemudian diproses hukum lebih lanjut.
Baca juga: Heboh Prajurit TNI AL Dikeroyok di Malang, Polisi Dapat Bantuan TNI Buru Pelakunya
"ABK positif menggunakan narkoba. Pengakuan ABK menyatakan bahwasanya benar menggunakan pukat trawl dan KM Aqshal tanpa dokumen. KM Asqhal 2 di Palembang dengan 5 ABK diantaranya 1 terkena peluru karet kondisi selesai perawatan dari RS Islam Ar Rasyid Palembang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan