Sabtu, 28 JUNI 2025 • 09:05 WIB

Pemuda Banyuwangi Hajar Ayah Tiri Sampai Tewas Gara-gara Ucapan Kasar ke Ibunya

Author

Terduga pelaku pembunuhan ayah tiri diamankan di Mapolsek Kalibaru

INDOZONE.ID - Seorang pemuda berusia 23 tahun di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial DKB, diamankan pihak kepolisian usai diduga kuat menganiaya ayah tirinya hingga kehilangan nyawa. 

Peristiwa tragis ini berlangsung di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, pada Rabu malam, 25 Juni 2025.

Korban diketahui berinisial AS, berusia 32 tahun. Ia merupakan suami dari ibu kandung pelaku. 

Menurut keterangan dari Kapolsek Kalibaru, AKP Achmad Junaedi, korban dan pelaku tinggal dalam satu atap serta kerap terlibat pertengkaran yang dipicu oleh masalah ekonomi.

Baca juga: Bali International Hospital: Tonggak Indonesia Menuju Pusat Medis Asia Tenggara

Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap bahwa DKB memendam amarah lantaran merasa ibunya sering mendapat perlakuan kasar dari AS. 

Selain itu, pelaku juga mengaku pernah diancam akan dibunuh oleh ayah tirinya itu. Puncak emosi DKB terjadi ketika ia mendengar sebuah ucapan menyakitkan dari mulut korban. 

"Korban berkata, 'kalau tidak punya uang, tawarkan saja ibumu ke orang lain'," ungkap AKP Junaedi.

Kata-kata tersebut memicu amarah besar dalam diri DKB. Dalam kondisi emosi yang meledak-ledak, ia kemudian menyerang AS. 

Korban dipukul, dibenturkan kepalanya ke batu besar di belakang rumah, bahkan dipukul lagi menggunakan batang bambu hingga tak sadarkan diri.

Baca juga: Persiapan Puncak Hari Bhayangkara Polri Diramaikan Robot Humanoid: Bisa Lari, Berbaris, hingga Beri Hormat

Peristiwa ini langsung mengejutkan warga sekitar. Salah satu tetangga yang mendengar keributan segera menghubungi kepala dusun setempat. 

Tak lama kemudian, warga mendapati AS dalam kondisi bersimbah darah. Polisi pun segera datang ke tempat kejadian perkara. 

Unit Reskrim Polsek Kalibaru mengamankan DKB dan menyita barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban. Setelah dilakukan interogasi, DKB mengakui perbuatannya. 

Saat ini ia telah diamankan dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, AS yang sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka serius di kepala bagian belakang.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib. Polisi juga sedang mendalami latar belakang hubungan rumah tangga korban dan ibu pelaku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU