INDOZONE.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang ibu berinisial M (29 tahun) oleh oknum dokter berinisial R di RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini resmi diusut polisi. Keluarga korban menuntut penegakan hukum tegas dan menginginkan pelaku dihukum setimpal.
Kakak korban, Sg Paramuda, menyatakan pihak keluarga telah menunjuk kuasa hukum dan melaporkan kasus ini ke Polsek Cabangbungin, Polres Metro Bekasi.
“Kami sudah menguasakan kepada pengacara dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan ini,” ujarnya di Cikarang, Senin (24/6/2025).
Selain proses pidana, keluarga korban juga akan melaporkan dokter R ke organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bekasi, agar ditindak secara etis dan profesional.
Kronologi: Diiming-imingi Uang, Diminta Masuk Mobil
Korban M mengungkapkan bahwa pelecehan dimulai sejak ia mendampingi ayahnya berobat ke RSUD Cabangbungin pada akhir 2023 lalu.
Saat itu, dokter R meminta nomor kontaknya dengan alasan hasil diagnosis ayah korban menunjukkan tumor, yang ternyata belakangan diketahui merupakan sebuah kebohongan.
Baca juga: 3 Fakta Adik Habib Bahar bin Smith Jadi Korban Pelecehan hingga Penikaman
"Dia bilang itu bapak saya ada tumor, ya spontan saya kaget dong. Namanya dibilang orang itu ada tumor, sedangkan bapak saya kan pemeriksaannya cuma kena paru-paru. Saya kasih nomor saya, tidak lama kemudian dokter itu WA dan bilang ternyata dia berbohong," ucapnya.
Setelah itu, korban sering dihubungi pelaku dan mendapat ajakan tidak pantas, termasuk diminta mengarang keluhan medis palsu agar bisa di-USG, hingga diajak masuk ke mobil pelaku dengan iming-iming uang Rp200 ribu.
Korban menolak dan berhasil menyimpan bukti pelecehan yang diterimanya, berupa screenshot pesan WA bernada pelecehan sebelum pelaku mencoba menghapusnya.
"'Nanti kamu ke ruangan USG' dia bilang begitu. Kan saya pikir masa iya orang saya nggak sakit perut bilang sakit perut. Terus kata dia ‘udah deh kamu ke sini aja ke mobil nanti aku kasih uang Rp200 ribu’. Ya kata saya, mau ngapain kan. Ada tuh WA nya itu, saya simpan," kata korban.
Di samping itu, korban menyayangkan respons mediasi rumah sakit yang dianggap tidak tuntas. Bahkan, menurutnya, pelaku tidak pernah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
“Mediasi enggak jelas, minta maaf pun enggak pernah. Saya harap dia ditindak tegas. Kalau ke saya bisa begini, ke orang lain bisa juga begitu,” ujarnya.
RSUD Cabangbungin Beri Sanksi, Keluarga Korban Tetap Lapor Polisi
Direktur RSUD Cabangbungin, Erni Herdiani, mengonfirmasi bahwa dokter R telah diberi sanksi administratif berupa pemutusan kontrak kerja. Ia mengaku marah dan kecewa atas ulah oknum tersebut.
"Oknum dokter langsung diberi sanksi berat berupa penghentian masa tugas. Sebagai perempuan marah juga mendapat laporan tersebut," katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan rumah sakit hanya bersifat administratif. Dia menegaskan bahwa proses hukum menjadi tanggung jawab kepolisian.
Baca juga: Polda Metro Pastikan Kasus Pelecehan Seksual Rektor UP Berlanjut meski Sudah Berjalan Lama
"Saya sarankan juga, kalau memang belum puas dengan kebijakan saya karena kewenangan hanya sampai administratif, sesuai dengan prosedur, silakan lapor polisi," kata Erni.
Pelaku Membantah dan Klaim Diperas
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, menyatakan bahwa setiap laporan dari masyarakat akan diproses sesuai prosedur.
"Setiap laporan masyarakat pasti ditindaklanjuti," katanya.
Sementara itu, dokter R membantah tuduhan dan mengaku telah diperas oleh pengacara korban. Ia juga berdalih bahwa ponselnya hilang sehingga tidak mengetahui isi pesan yang dikirimkan kepada korban.
"Waktu itu handphone saya hilang. Selama sehari dua hari itu saya nggak pake handphone, nomer saya tuh nggak aktif. Terus habis itu muncul lah itu, ada cewek kan, tiba-tiba datang ke RSUD. Terus habis itu dia bilang, ini dokter chatting-chatting saya, chatting apa? Terus saya nggak tau ini," ucap dia.
"Kemudian ujung-ujungnya dia bawa pengacara segala macem, minta 100 juta rupiah. Terus habis itu saya bilang, saya nggak bakal ngasih Rp100 juta, sama 1 rupiah pun nggak bakal saya kasih," sambungnya.
Dokter R juga mengonfirmasi bahwa kini ia tidak lagi bekerja di RSUD Cabangbungin dan telah pindah ke salah satu rumah sakit di Cianjur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA