Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 13:40 WIB

Tim Gabungan Kemenhut–Polri Baku Tembak Hadapi Pemburu Liar di Taman Nasional Komodo

Tim Gabungan Kemenhut–Polri Baku Tembak Hadapi Pemburu Liar di Taman Nasional KomodoTim gabungan saat mengamankan tiga terduga pelaku perburuan liar terhadap satwa dilindungi jenis rusa di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (ANTARA/Humas Polres Manggarai Barat)

INDOZONE.ID - Tim gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan jajaran kepolisian terlibat baku tembak saat menghadang kelompok pemburu liar, yang diduga kerap memburu satwa dilindungi di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo.

Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Kemenhut Aswin Bangun, mengatakan insiden itu melibatkan Tim Gabungan Balai Gakkumhut, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, Satreskrim Polres Manggarai Barat, serta Balai TN Komodo.

“Pelaku menolak berhenti dan memilih melawan dengan menembaki tim. Kami bertindak terukur memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan perlawanan dan mencegah korban,” ujar Aswin dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Kronologi Baku Tembak di TN Komodo

Peristiwa bermula pada Minggu (14/12)2025) sekitar pukul 02.30 WITA, ketika tim gabungan menemukan sebuah kapal kayu yang diduga membawa pemburu liar beserta hasil buruan di perairan Loh Serikaya, Pulau Komodo. Saat hendak dihentikan, kapal tersebut berupaya melarikan diri ke luar kawasan TN Komodo.

Baca juga: Baku Tembak Terjadi di Perbatasan Thailand-Kamboja, Kedua Pihak Saling Tuduh

Tim gabungan telah memberikan peringatan lisan melalui pengeras suara, namun tidak diindahkan. 

Pada pukul 02.33 WITA, personel Polri melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara, yang kemudian dibalas kelompok pelaku dengan tiga tembakan ke arah kapal petugas.

Kontak senjata kembali terjadi sekitar pukul 03.45 WITA di perairan Selat Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Karena pelaku terus melakukan perlawanan bersenjata, tim gabungan mengambil tindakan terukur untuk menghentikan pelarian. 

Kapal G1 Komodo kemudian melumpuhkan speed boat yang digunakan pelaku hingga mengalami benturan, pecah, bocor, dan akhirnya tenggelam.

Dari operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perburuan liar. 

Pada Senin (15/12/2025), tim kembali melakukan penyisiran di Selat Sape dan menemukan barang bukti berupa bangkai rusa, parang, senjata rakitan, serta amunisi yang tenggelam saat insiden.

Baca juga: 4 Penambang yang Terjebak di Yahukimo Berhasil Dievakuasi, Sempat Terjadi Baku Tembak

Berdasarkan keterangan awal, kelompok pemburu diduga berjumlah delapan orang dan membawa empat pucuk senjata rakitan beserta sejumlah amunisi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tim Gabungan Kemenhut–Polri Baku Tembak Hadapi Pemburu Liar di Taman Nasional Komodo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!