Muncul Lubang Besar di Jalanan Saitama Jepang: Supir Truk Usia 74 Tahun Terperosok, 200 Keluarga Dievakuasi
INDOZONE.ID - Sebuah lubang raksasa tercipta di persimpangan Saitama, Jepang pada Selasa (28/1/2025) lalu, yang mengakibatkan sebuah truk yang dikemudikan pria tua berusia 74 tahun terperosok ke dalamnya.
Mengutip Tje Japan Times, polisi setempat menyebutkan kejadian ini terjadi sekitar pukul 9:50 pagi di kota Yashio. Saksi mata melaporkan bahwa tanah ambruk tepat sebelum truk melintasi area tersebut, menyebabkan kendaraan terperosok ke dalam lubang dengan lebar sekitar 5 meter dan kedalaman 10 meter.
Petugas pemadam kebakaran menggunakan derek untuk menyelamatkan pengemudi berusia 74 tahun tersebut. Meskipun upaya awal untuk membebaskannya berlangsung hingga malam hari, bagian jalan yang dekat dengan lokasi kejadian ambruk sekitar pukul 1 pagi hari Rabu, sekitar 15 jam setelah kejadian, menyebabkan tiang utilitas tenggelam dan tanda-tanda restoran jatuh, yang memperumit operasi penyelamatan.
Baca Juga: Jepang Peringati 30 Tahun Gempa Besar Kobe yang Mematikan
Tim darurat berhasil mengangkat bagian bed cargo truk dari dalam lubang sekitar pukul 1 pagi hari Rabu. Namun, kabin pengemudi masih tertimbun di bawah tanah.
NHK melaporkan bahwa pengemudi terakhir kali terdengar merespon tim penyelamat sekitar pukul 1 siang pada hari Selasa, tetapi kontak terputus setelah truk semakin terkubur di bawah tanah dan puing-puing. Kondisi pengemudi hingga Rabu sore masih belum diketahui.
Pemerintah Yashio evakuasi keluarga di sekitar area
Lubang raksasa tersebut juga menampung pipa gas, yang memicu kekhawatiran akan kebocoran. Yashio mengeluarkan perintah evakuasi untuk 200 rumah tangga di sekitar area tersebut.
Sebagai tanggapan terhadap kejadian ini, Pemerintah Provinsi Saitama meminta sekitar 1,2 juta penduduk dari 12 kota di sekitarnya untuk tidak menggunakan sistem pembuangan limbah. East Japan Telecom (NTT East) mengonfirmasi bahwa layanan internet dan telepon kabel terganggu di beberapa bagian Yashio, dengan tidak ada perkiraan waktu pemulihan.
Lubang raksasa ini diduga disebabkan oleh rusaknya pipa saluran pembuangan bawah tanah. Air dari pipa yang rusak telah mengalir ke dalam lubang, sehingga memerlukan penggunaan peralatan khusus untuk mengeringkannya sebelum operasi penyelamatan bagi pengemudi truk dapat dilanjutkan. Hingga Rabu sore, belum ada perkiraan kapan upaya penyelamatan akan dilanjutkan.
Baca Juga: Jalani Pola Latihan ala Saitama, Pria Ini Berubah Jadi Atletis
Dalam operasi penyelamatan awal, dua petugas pemadam kebakaran mengalami cedera ringan akibat tanah yang ambruk dari atas. Keduanya dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Seorang wanita berusia 50-an yang mengungsi bersama ayahnya mengatakan kepada NHK, "Kami mengungsi sekitar pukul 4 pagi Rabu. Polisi datang ke pusat evakuasi dan memberitahu kami bahwa kami bisa kembali ke rumah, jadi kami akan kembali untuk mengambil perlengkapan."
"Tak pernah terbayang sesuatu seperti ini bisa terjadi," tambahnya. "Saya sangat terkejut."
Insiden serupa terjadi di kota Hiroshima pada September tahun lalu, ketika sebuah bagian jalan kota ambruk saat tim sedang melakukan pekerjaan penggalian sekitar 30 meter di bawah tanah untuk memasang pipa saluran air hujan, menciptakan lubang dengan lebar 40 meter dan kedalaman 1 meter.
Kejadian lainnya terjadi pada tahun 2016, ketika sebuah lubang besar terbuka di dekat Stasiun Hakata di Prefektur Fukuoka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Japan Times