Jumat, 03 JANUARI 2025 • 18:45 WIB

Korea Selatan Mulai Angkat Puing-puing Pesawat Jeju Air yang Jatuh di Bandara Muan

Author

Foto yang menunjukkan operasi penyelamatan pesawat Jeju Air Boeing 737-800 yang jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan pada 3 Januari 2025. (Foto: YONHAP News)

INDOZONE.ID - Tim penyelidik di Korea Selatan memulai proses pengangkatan puing-puing pesawat Jeju Air, yang jatuh di Bandara Internasional Muan pada akhir pekan lalu.

Kecelakaan ini menewaskan hampir seluruh 181 penumpang dan kru, menyisakan dua orang yang selamat.

Pesawat dengan nomor penerbangan 2216 dari Bangkok menuju Muan tersebut mengalami kebakaran hebat, setelah menabrak struktur beton di ujung landasan pacu, saat melakukan pendaratan darurat setelah panggilan mayday.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Para tim bekerja di lokasi pesawat Jeju Air Boeing 737-800 yang jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan pada tanggal 3 Januari 2025. (Foto: YONHAP News)

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan pesawat Boeing 737-800 itu belum diketahui. Namun, penyelidik menduga beberapa faktor seperti tabrakan dengan burung, kerusakan pada roda pendaratan, atau penghalang di ujung landasan pacu yang mungkin berperan dalam insiden tersebut.

Pada Jumat (3/1/2024), tim mulai mengangkat bagian-bagian puing pesawat yang hangus, menggunakan crane besar berwarna kuning, termasuk bagian mesin dan ekor pesawat.

"Kami akan mengangkat bagian ekor hari ini," kata Na Won-ho, kepala investigasi polisi provinsi Jeolla Selatan, dalam konferensi pers di Bandara Internasional Muan.

"Kami memperkirakan mungkin ada sisa-sisa jenazah yang ditemukan di bagian tersebut,” tambahnya. Proses ini diharapkan selesai pada Sabtu, 4 Januari 2024.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Pesawat Jeju Air Berkapasitas 181 Orang di Muan Korsel, Puluhan Orang Tewas

Tantangan Identifikasi Korban

Operasi penyelamatan pesawat Jeju Air Boeing 737-800 yang jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan pada 3 Januari 2025. (Foto: YONHAP News)

Karena kerusakan yang sangat parah, jenazah beberapa korban mengalami kerusakan ekstrem, sehingga membutuhkan waktu lebih lama bagi tim penyelidik untuk mengidentifikasi sambil tetap menjaga bukti di lokasi kejadian.

Meski begitu, seluruh 179 korban telah berhasil diidentifikasi, dan sebagian jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak berwenang berjanji untuk segera menentukan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas bencana ini, meskipun Kementerian Transportasi menyebutkan bahwa penyelidikan lengkap dapat memakan waktu enam bulan hingga tiga tahun.

Baca Juga: Pesawat Jeju Air Kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan: Setidaknya 62 Orang Tewas!

Upaya Investigasi dan Dukungan Nasional

Pesawat Jeju Air flight 7C 2216 kecelakaan.

Pada Kamis (2/1), polisi melakukan penggeledahan di kantor Jeju Air dan operator bandara Muan untuk mengumpulkan bukti, termasuk komunikasi antara menara kontrol dan kokpit sebelum kecelakaan.

Selain itu, seluruh pesawat Boeing 737-800 yang dioperasikan maskapai Korea Selatan sedang diperiksa, terutama pada bagian roda pendaratan. Penyelidikan ini dipimpin oleh tim keselamatan udara Korea Selatan, dengan bantuan dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Terkait insiden ini, Administrasi Penerbangan Sipil China juga mengambil langkah preventif dengan memeriksa landasan pacu untuk memastikan tidak ada risiko serupa, serta memperkuat upaya pencegahan tabrakan dengan burung.

Di Muan, keluarga korban mengunjungi lokasi kecelakaan untuk memberikan penghormatan dan mengambil barang-barang milik orang tercinta mereka.

Gelombang Dukungan dari Masyarakat

J-Hope BTS dan koki ternama dari acara Netflix

Tragedi ini memicu gelombang dukungan nasional di Korea Selatan. Masa berkabung nasional berlangsung hingga Sabtu, dengan berbagai donasi mengalir untuk keluarga korban.

J-Hope, anggota grup K-pop BTS, dilaporkan menyumbangkan 100 juta won (sekitar Rp1,1 miliar) sebagai bentuk dukungan. Selain itu, sejumlah warga Korea juga membayar kopi di kafe bandara secara anonim untuk keluarga korban, sementara koki ternama dari acara Netflix "Culinary Class Wars" Ahn Yoo Seong juga turut menyajikan makanan bagi mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU