Israel Bunuh pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah Lewat Serangan Udara, Begini Kondisinya
INDOZONE.ID - Israel membunuh pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, dalam serangan udara besar-besaran di Beirut pada Sabtu (28/9/2024). Serangan itu menjadi pukulan berat bagi kelompok militan yang didukung Iran itu.
Nasrallah tewas dalam serangan yang menghantam markas komando pusat Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.
Militer Israel mengonfirmasi kematiannya, sementara Hizbullah juga mengonfirmasi bahwa Nasrallah telah meninggal, meski tanpa merinci lebih lanjut mengenai detail kejadian tersebut.
Baca Juga: Joe Biden Dukung Serangan Israel yang Tewaskan Pemimpin Hizbullah: Ini Bentuk Keadilan
Kematian Nasrallah dianggap sebagai kerugian besar bagi Hizbullah dan Iran. Sebagai sekutu berpengaruh, Nasrallah telah berperan penting dalam membangun Hizbullah menjadi jaringan kuat yang didukung Teheran di kawasan Timur Tengah.
Kondisi Nasrallah
Melansir Reuters, Senin (30/9/2024) jenazah Nasrallah ditemukan dalam keadaan utuh di lokasi serangan udara Israel, menurut keterangan sumber medis dan keamanan.
Meski tidak ada luka langsung di tubuhnya, penyebab kematiannya diduga akibat trauma tumpul yang disebabkan oleh kekuatan ledakan.
Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, tidak secara langsung menyebutkan kematian Nasrallah, tetapi ia memperingatkan ancaman besar yang dihadapi Lebanon saat ini.
Kantornya kemudian mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk menghormati pemimpin Hizbullah tersebut.
Baca Juga: Israel Terima Paket Bantuan Militer Senilai 8,7 Miliar Dollar dari Amerika Serikat
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut kematian Nasrallah sebagai langkah signifikan yang akan "mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan ini selama bertahun-tahun."
"Nasrallah bukanlah seorang teroris, dia lah terorisnya," ujarnya.
Presiden AS, Joe Biden, menggambarkan kematian Nasrallah sebagai bentuk "keadilan" bagi para korban, termasuk ribuan warga Amerika, Israel, dan Lebanon yang terkena dampak tindakan Hizbullah.
Namun, saat ditanya tentang kemungkinan invasi darat Israel ke Lebanon, Biden menyerukan gencatan senjata.
Sementara itu, sumber Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dipindahkan ke lokasi yang aman di Iran setelah insiden ini.
Iran juga menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas tindakan Israel di Lebanon dan kawasan lainnya.
Dalam surat resmi, Iran memperingatkan bahwa mereka akan menggunakan segala cara yang sah menurut hukum internasional untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan vitalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters