INDOZONE.ID - Otoritas Palestina memutuskan untuk menghentikan segala bentuk kontak dan koordinasi keamanan dengan Israel. Hal tersebut terjadi setelah dilakukannya penyerbuan Kota Jenin di Tepi Barat oleh militer Israel.
Keputsan pihak Palestina menghentikan kontak dan koordinasi kemananag dengan Israel diutarakan langsung oleh juru bicara Presiden Palestina, yakni Nabil Abu Rudeineh, usai pertemuan para pemimpin Palestina di Ramallah.
"Pimpinan Palestina memutuskan untuk menghentikan semua kontak dan pertemuan dengan pihak Israel dan terus menghentikan koordinasi keamanan guna merespons agresi Israel terhadap Jenin," ucap Rudeineh, seperti INDOZONE sadur dari Reuters, Selasa (4/7/2023).
Rudeineh mengatakan bahwa semua persepsi dan komitmen dengan Israel yang dicapai pada pertemuan di Aqaba dan Sharm El-Sheikh "tidak lagi berarti."
Pertemuan tersebut masing-masing berlangsung pada 26 Februari dan 19 Maret lalu dan bertujuan untuk memulihkan ketenangan di seluruh wilayah Palestina.
Militer Israel pada Senin (3/7/2023) pagi menyerbu Jenin, termasuk kamp pengungsi, sehingga menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina dan melukai hampir 50 orang lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Baca Juga: KPK Panggil Istri Rafael Alun Trisambodo, Ada Apa?
Ketegangan di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat memuncak dalam beberapa bulan terakhir di tengah gencarnya penyerbuan Israel terhadap kota-kota Palestina.
Menurut Kemenkes Palestina, hampir 190 warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel sejak awal tahun ini. Sementara, sedikitnya 25 warga Israel juga tewas di berbagai serangan selama periode yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: