Senin, 29 JUNI 2026 • 10:40 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Tim Penyelamat Internasional Terus Berdatangan

Author

Bangunan yang rusak terlihat di Caraballeda, La Guaira, Venezuela, saat tim penyelamat Prancis membantu operasi pencarian korban gempa, 27 Juni 2026. (Pool via REUTERS/Miguel Medina)

INDOZONE.ID - Korban meninggal akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), jumlah korban jiwa telah melampaui 1.400 orang, sementara proses pencarian korban selamat masih berlangsung di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Pemerintah Venezuela menyatakan ratusan personel penyelamat dari berbagai negara telah tiba untuk membantu operasi evakuasi. Kehadiran mereka memperkuat upaya penyelamatan setelah dua gempa kuat yang terjadi pada Rabu lalu memicu ratusan gempa susulan.

Wilayah pesisir La Guaira menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling serius. Warga bersama relawan masih berupaya mencari anggota keluarga yang hilang di antara reruntuhan bangunan, bahkan banyak yang harus menggali puing-puing secara manual karena keterbatasan alat berat.

Lebih dari 1.600 personel penyelamat dari berbagai negara telah berada di Venezuela, sementara sejumlah tim tambahan masih dalam perjalanan untuk memperkuat operasi kemanusiaan.

Menurut Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, jumlah korban meninggal telah mencapai 1.430 orang. Selain itu, ribuan warga mengalami luka-luka dan banyak keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan darurat.

Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak, terutama di La Guaira. Di sisi lain, otoritas masih memantau aktivitas gempa susulan yang terus terjadi sehingga menyulitkan proses pencarian dan meningkatkan risiko bagi para petugas penyelamat.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 1.430 Orang, Puluhan Ribu Warga Masih Hilang

Venezuela Batasi Akses ke Wilayah Terdampak Gempa

Pemerintah Venezuela masih memberlakukan pembatasan akses menuju La Guaira, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa.

Jalur utama yang menghubungkan Caracas dengan daerah tersebut diawasi ketat agar kendaraan darurat dapat bergerak lebih lancar.

Masyarakat yang tidak tergabung dalam tim penyelamat resmi diwajibkan memiliki izin khusus untuk melewati pos pemeriksaan. Kebijakan ini diterapkan guna memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan tidak terhambat.

Di sisi lain, pasokan listrik di sejumlah wilayah mulai pulih secara bertahap. Namun, pemulihan berlangsung tidak merata mengingat jaringan listrik Venezuela telah lama mengalami berbagai kendala akibat minimnya investasi dan tekanan sanksi ekonomi. 

Kondisi tersebut membuat pemadaman listrik selama berjam-jam masih menjadi kejadian yang kerap dialami masyarakat di beberapa daerah.

Baca juga: Donald Trump Tawarkan Bantuan untuk Venezuela yang Diguncang Gempa Dahsyat

Lebih dari 55 Ribu Orang Masih Belum Diketahui Nasibnya

Meski pemerintah menyebut ratusan orang masih hilang atau terjebak di bawah reruntuhan, data yang dihimpun melalui situs yang didukung kelompok oposisi menunjukkan angka yang jauh lebih besar. Tercatat lebih dari 55.000 orang masih berstatus belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban meninggal akibat dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 berpotensi menembus 10.000 jiwa. 

Jika prediksi tersebut terjadi, bencana ini akan menjadi salah satu gempa paling mematikan yang pernah melanda Amerika Latin dalam satu abad terakhir.

Bencana Berpotensi Memicu Dampak Politik

Selain menjadi krisis kemanusiaan, bencana ini juga diperkirakan membawa konsekuensi politik bagi pemerintahan Venezuela.

Rodriguez sebelumnya berupaya membangun citra sebagai sosok pembawa perubahan. Namun, ia juga pernah menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Nicolas Maduro, yang digulingkan dan ditangkap oleh Amerika Serikat pada Januari lalu.

Situasi pascagempa dipandang akan menjadi ujian besar bagi pemerintah dalam menangani pemulihan, mempercepat distribusi bantuan, serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah kondisi darurat.

Paus Leo Sampaikan Doa bagi Korban Gempa Venezuela

Dukungan internasional terus mengalir bagi Venezuela yang tengah dilanda bencana. Dalam kesempatan berbicara di Roma pada Sabtu (27/6), Paus Leo menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban gempa, keluarga yang ditinggalkan, serta para petugas yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

Ia juga berharap solidaritas dunia terhadap Venezuela tetap terjaga hingga proses pemulihan selesai. 

Menurutnya, bantuan dari berbagai negara akan sangat penting untuk mempercepat penanganan korban dan pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat gempa.

Amerika Serikat Siapkan Bantuan Tambahan

Pemerintah Amerika Serikat turut meningkatkan dukungan kemanusiaan bagi Venezuela. Selain bantuan senilai US$150 juta yang sebelumnya telah dikucurkan, seorang pejabat senior pemerintah AS mengungkapkan bahwa Washington tengah menyiapkan paket bantuan baru bernilai ratusan juta dolar.

Paket bantuan tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, sebagai bagian dari respons internasional terhadap bencana yang melanda negara Amerika Selatan tersebut.

Meski demikian, di tengah fokus pada upaya penyelamatan korban, dinamika politik Venezuela masih menjadi perhatian. 

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa dorongan terbaru dari pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang meninggalkan negaranya pada akhir tahun lalu, agar mendapat dukungan Amerika Serikat untuk kembali ke tanah air belum menjadi prioritas.

Menurut pejabat tersebut, pemerintah AS menilai saat ini perhatian utama harus difokuskan pada penanganan dampak gempa dan kebutuhan mendesak para korban, sehingga pembahasan mengenai isu politik dinilai belum tepat dilakukan.

Hingga kini, tim penyelamat dari dalam maupun luar negeri masih terus melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan. Ratusan gempa susulan yang terus terjadi membuat proses evakuasi berlangsung penuh risiko dan memerlukan kehati-hatian tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU