Senin, 11 MEI 2026 • 09:37 WIB

Evakuasi Kapal Pesiar Akibat Wabah Hantavirus Hampir Rampung, 94 Penumpang Dipulangkan

Author

Petugas keamanan dan kesehatan melakukan operasi di Pelabuhan Granadilla de Abona setelah kedatangan kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus, di Tenerife, Spanyol, pada 10 Mei 2026. (Reuters/Hannah McKay)

INDOZONE.ID - Operasi besar-besaran untuk mengevakuasi penumpang kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus di Kepulauan Canary, Spanyol, hampir selesai dilakukan. 

Sebanyak 94 orang dari berbagai negara telah diterbangkan kembali ke negara asal mereka setelah menjalani proses pemeriksaan kesehatan ketat.

Kapal pesiar MV Hondius sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus hantavirus yang menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. 

Korban terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Selain itu, beberapa penumpang lainnya juga dilaporkan jatuh sakit akibat virus langka tersebut.

Baca juga: Heboh Hantavirus Lebih Mematikan dari Corona? Ini Faktanya!

Wabah Hantavirus Picu Evakuasi Besar

MV Hondius berlayar dari Argentina pada April lalu untuk melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik menuju Cape Verde. Namun di tengah perjalanan, sejumlah penumpang menunjukkan gejala infeksi hantavirus.

Penyakit ini umumnya menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus. Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk hantavirus

Meski demikian, otoritas kesehatan internasional menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah dan situasinya berbeda dengan pandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat intens sepanjang hari. Para penumpang dievakuasi dari kapal menggunakan perahu kecil menuju Pelabuhan Granadilla di Tenerife sebelum dibawa ke bandara menggunakan bus militer khusus.

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, Pria di Tiongkok Meninggal karena Hantavirus

Penumpang Menggunakan Peralatan Pelindung

Dalam proses pemindahan, para penumpang terlihat mengenakan pakaian pelindung medis berwarna biru. Setelah tiba di bandara, mereka kembali mengganti perlengkapan pelindung sebelum menaiki pesawat repatriasi.

Salah satu penumpang asal Prancis, Roland Seitre, mengaku seluruh proses berjalan lancar. Ia menyebut para petugas sangat membantu selama proses evakuasi berlangsung.

Penerbangan pemulangan telah dilakukan ke sejumlah negara seperti Belanda, Kanada, Turki, Inggris, Irlandia, hingga Amerika Serikat. Sementara itu, penerbangan terakhir menuju Australia dan Belanda dijadwalkan berlangsung pada Senin sore waktu setempat.

Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi

Pemerintah Kepulauan Canary menargetkan seluruh proses evakuasi selesai sebelum Senin karena kondisi cuaca diperkirakan memburuk. Cuaca buruk dikhawatirkan dapat memaksa kapal segera meninggalkan wilayah tersebut.

Sejak awal, pemerintah daerah setempat sebenarnya menolak kapal itu bersandar di pelabuhan. MV Hondius akhirnya hanya diizinkan berlabuh di lepas pantai Tenerife sebelum proses evakuasi dilakukan.

Pemerintah pusat Spanyol juga memastikan tidak ada kontak langsung antara penumpang kapal dengan masyarakat umum di Tenerife guna mencegah potensi penyebaran penyakit.

Beberapa Penumpang Jalani Karantina Ketat

Meski sebagian besar penumpang dinyatakan tidak menunjukkan gejala, sejumlah negara tetap menerapkan langkah antisipasi ketat setelah warganya dipulangkan.

Pemerintah Prancis mengungkapkan satu dari lima warga yang kembali dari kapal tersebut menunjukkan gejala hantavirus sehingga langsung ditempatkan dalam isolasi ketat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan masa karantina selama 42 hari disertai pemantauan harian terhadap gejala seperti demam.

Di Yunani, seorang warga yang dievakuasi diwajibkan menjalani karantina rumah sakit selama 45 hari di Athena. Sementara 14 warga Spanyol juga akan diisolasi di rumah sakit militer di Madrid.

Berbeda dengan beberapa negara lain, otoritas kesehatan Amerika Serikat menyatakan penumpang asal AS belum tentu diwajibkan menjalani karantina di fasilitas khusus. 

Mereka diperbolehkan pulang langsung dengan syarat tidak menimbulkan risiko penularan kepada orang lain selama perjalanan.

WHO Soroti Risiko Penularan Antar Manusia

Kekhawatiran internasional meningkat setelah jenis virus yang ditemukan di kapal diketahui merupakan Andes virus, satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia.

WHO mengonfirmasi enam kasus positif dari total delapan kasus yang dicurigai. Organisasi tersebut menduga infeksi pertama kemungkinan terjadi sebelum kapal memulai pelayaran, lalu menyebar antarpenghuni kapal selama perjalanan.

Meski demikian, pejabat kesehatan di Argentina menyebut kemungkinan pasien pertama tertular di kota Ushuaia sangat kecil. Hal itu didasarkan pada masa inkubasi virus yang cukup panjang.

Saat ini, sejumlah negara masih terus melacak penumpang yang sebelumnya sudah turun dari kapal maupun orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan mereka.

Hantavirus Jadi Sorotan Dunia

Kasus di MV Hondius membuat hantavirus kembali menjadi perhatian global. Penyakit ini dikenal langka tetapi memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi pada beberapa kasus.

Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan. Namun dalam kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal organ.

Karena belum ada obat khusus, penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan intensif dan pemantauan ketat terhadap perkembangan gejala.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU