Kebakaran 1.000 Rumah dan 9.000 Warga Terdampak, Pemerintah Malaysia Fokuskan Penanganan Darurat
INDOZONE.ID - Komite Penanggulangan Bencana Pusat Malaysia bersama pemerintah federal dan negara bagian Sabah, tengah mengoordinasikan penanganan korban kebakaran besar yang terjadi di Kampung Bahagia, Batu Sapi, Sandakan.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Ketua Komite, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan korban serta penyaluran bantuan secara cepat di lapangan.
Ia menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran hebat yang melanda ratusan rumah dan berdampak luas terhadap warga.
“Kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat merupakan ujian berat bagi para korban dan keluarga mereka,” ujarnya dikutip dari Bernama, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Korea Selatan Tewaskan 11 Orang
Sebagai bagian dari respons darurat, mesin organisasi UMNO setempat juga telah dikerahkan untuk membantu proses pendataan di pusat penampungan sementara, serta penyaluran bantuan awal bagi korban.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 9.007 warga terdampak setelah kebakaran melalap sekitar 1.000 rumah panggung dari total sekitar 1.200 unit di kawasan tersebut.
Kapolres Sandakan ACP George Abd Rakman menjelaskan, laporan pertama diterima pada pukul 01.30 dini hari, sebelum area tersebut resmi ditetapkan sebagai zona bencana pada pukul 04.00.
Meski kebakaran berdampak besar, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Pihak kepolisian juga membantah informasi yang beredar di media sosial terkait adanya korban meninggal.
“Tidak ada laporan korban jiwa. Beberapa korban mengalami luka saat berusaha menyelamatkan barang atau membantu orang lain,” jelasnya.
Baca juga: Kebakaran Sebuah Rumah di Benhil Akibatkan 1 Orang Tewas
Sementara itu, Kepala Balai Pemadam Sandakan Jimmy Lagung mengungkapkan kebakaran meluas hingga lebih dari empat hektare. Proses pemadaman sempat terkendala kondisi air laut yang surut sehingga menyulitkan akses sumber air.
Petugas mengandalkan kombinasi air laut, mobil tangki, serta hydrant dari fasilitas industri. Operasi pemadaman melibatkan empat selang utama sepanjang 1.000 kaki dan 12 semburan air, dibantu unit tambahan dari Kinabatangan.
Api akhirnya berhasil dikendalikan pada siang hari, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Upaya penanganan korban kini terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Angkatan Pertahanan Sipil dan instansi terkait, guna memastikan kebutuhan dasar, tempat tinggal sementara, serta bantuan sosial dapat segera terpenuhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New Straits Times (NST), Bernama