INDOZONE.ID - Sejumlah perwakilan Republik Indonesia di Timur Tengah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada warga negara Indonesia (WNI), menyusul meningkatnya dinamika keamanan kawasan akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Imbauan disampaikan oleh KBRI Abu Dhabi, KBRI Teheran, KBRI Muscat, KBRI Riyadh, serta pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, seiring perkembangan situasi yang dinilai dapat berubah cepat dan berdampak pada aktivitas warga, termasuk penerbangan internasional.
KBRI Abu Dhabi meminta WNI di Uni Emirat Arab meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari, serta menghindari area yang berpotensi terdampak perkembangan situasi.
WNI diimbau tetap tenang, memantau informasi dari sumber resmi, dan menjaga komunikasi dengan sesama WNI maupun keluarga. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Abu Dhabi di +971-566156259. Bagi WNI di wilayah Emirat bagian utara, KJRI Dubai membuka layanan darurat di +971-563322611 dan +971-564170333.
Sementara itu, KBRI Teheran juga meminta WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah pengamanan diri bersama keluarga di kediaman masing-masing. WNI diminta aktif melaporkan perkembangan situasi keamanan melalui grup koordinasi yang tersedia, serta mematuhi arahan otoritas setempat.
Baca juga: Breaking News! Ali Khamenei Dikonfirmasi Tewas, Iran Tetapkan Berkabung 40 Hari
Dalam keadaan darurat, WNI di Iran dapat menghubungi hotline KBRI Teheran di +989024668889.
Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Iran. Ketegangan meningkat di tengah proses perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran, terkait program nuklir Iran yang sebelumnya dimediasi Oman.
Siapkan Dokumen dan Tas Darurat
KBRI Muscat mengimbau WNI di Oman untuk tetap tenang menyusul laporan ledakan, penutupan wilayah udara, dan pembatalan sejumlah penerbangan setelah eskalasi di kawasan.
WNI diminta mengikuti arahan resmi pemerintah Oman, menunda perjalanan ke wilayah terdampak, serta memastikan dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, dan kartu ATM tersimpan aman. Perwakilan RI juga menyarankan WNI menyiapkan tas darurat berisi barang penting.
WNI di Oman diimbau melakukan lapor diri melalui laman Peduli WNI Kementerian Luar Negeri guna memudahkan pendataan. Hotline darurat KBRI Muscat dapat dihubungi melalui WhatsApp +968-9600-0210.
KBRI Riyadh turut meminta WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memantau informasi dari sumber resmi. WNI juga diminta menunda perjalanan yang tidak mendesak dan segera menghubungi maskapai untuk memastikan status penerbangan.
Hotline darurat KBRI Riyadh tersedia di +966 569173990.
Pemerintah Terus Pantau Situasi
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah memastikan kondisi sekitar 58.873 jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi tetap terpantau melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).
Baca juga: Donald Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Militer Israel-AS di Teheran
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengimbau jamaah tidak panik dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing.
Eskalasi keamanan disebut berdampak pada sejumlah maskapai yang melakukan penyesuaian rute dan jadwal penerbangan. Pemerintah memastikan koordinasi terus dilakukan dengan perwakilan RI dan otoritas setempat guna menjaga keselamatan jamaah.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jamaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” kata Puji.
Seluruh perwakilan RI menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat Indonesia sesuai kebutuhan.
WNI di kawasan terdampak diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memastikan komunikasi dilakukan melalui saluran resmi perwakilan RI dan otoritas setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA