Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 11:00 WIB

Ancaman Donald Trump: Tak Dukung AS Klaim Greenland, Bisa Kena Tarif Impor Tambahan

Author

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi ancaman bagi pihak-pihak yang tidak mendukung rencana negaranya mengklaim Greenland.

Ia menyatakan, tarif impor tambahan mungkin dikenakan kepada pihak-pihak yang tidak mendukung rencana AS tersebut.

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Dan Mullan)

Peringatan Trump itu disampaikan dalam acara tentang layanan kesehatan pada Jumat 16 Januari 2026, waktu setempat.

Selain memberi peringatan, Trump juga memuji kebijakan tarifnya telah mendorong negara lain menurunkan harga obat-obatan di AS.

"Saya mungkin akan mengenakan tarif terhadap negara-negara lain jika mereka tidak mendukung soal Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump, dikutip dari ANTARA, Sabtu (17/1/2026).

"Jadi, saya mungkin akan melakukannya,” tegasnnya.

Sebelumnya, Trump menilai Greenland harus dikuasai AS demi keamanan nasional negaranya. Sebab, keberadaan China dan Rusia makin meningkat di kawasan Arktik.

Baca juga: Dialog Berjalan Alot, Denmark Sebut AS Ngotot Mau Klaim Greenland

AS Kukuh Ingin Kuasai Greenland

AS bersikukuh dengan keinginannya untuk menguasai Greenland, yang merupakan daerah otonom Denmark.

Kekukuhan itu menyebabkan dialog antara menteri luar negeri Denmark, Greenland, dan AS berlangsung alot.

Dialog itu terjadi pada Rabu 14 Januari 2026, antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark Lars Lokke Rasmussen bersama Menlu Greenland Vivian Motzfeldt, dengan Wapres AS JD Vance serta Menlu AS Marco Rubio di Washington, AS.

"Kemarin, saya mendapat kabar terkait rapat antara perwakilan Greenland, Denmark, dan Amerika Serikat. Pembicaraan berlangsung alot, tapi saya tetap menyampaikan terima kasih kepada kedua menteri yang telah menjelaskan posisi Kerajaan Denmark dan menepis kecurigaan AS. Ini sangat penting," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Kamis 15 Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU