Mantan Presiden Brasil Masuk Penjara Gara-Gara Rusak Alat Monitor Kaki, Ini Kronologinya
INDOZONE.ID - Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, kembali berurusan dengan hukum.
Polisi federal menahannya pada Sabtu, 21 November 2025, setelah ia kedapatan merusak monitor pergelangan kaki, alat yang wajib dipakai selama masa tahanan rumah.
Menurut dokumen pengadilan, perangkat itu ditemukan dengan “kerusakan signifikan” dan bekas terbakar. Bolsonaro mengaku ia membakarnya menggunakan besi solder karena “penasaran”.
Dalam video yang dirilis polisi, Bolsonaro terdengar santai saat mengaku menggunakan besi solder untuk merusak alat monitor.
“Penasaran,” katanya.
Risiko Kabur
Menurut laporan Reuters, Hakim Agung Alexandre de Moraes mengeluarkan perintah penahanan karena menganggap Bolsonaro berisiko kabur.
Keputusan itu muncul sebelum acara doa massal para pendukungnya yang direncanakan digelar di depan rumahnya.
“Kerusuhan yang disebabkan oleh perkumpulan ilegal para pendukung terpidana berpotensi besar membahayakan penahanan rumah,” tulis Moraes.
Ia juga menyebut ada bukti bahwa Bolsonaro pernah mempertimbangkan mencari suaka ke Kedutaan Argentina.
Proses Banding Kasus Kudeta Masih Berjalan
Bolsonaro sebelumnya divonis 27 tahun 3 bulan penjara atas dugaan merencanakan kudeta setelah kalah dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva pada Pemilu 2022.
Meski demikian, ia belum dieksekusi penjara karena proses banding masih berlangsung.
Selama lebih dari 100 hari terakhir, Bolsonaro menjalani tahanan rumah dengan berbagai pembatasan, termasuk larangan menggunakan media sosial.
Ruang Tahanan Baru
Kini, Bolsonaro dipindahkan ke sel berukuran 12 meter persegi di markas polisi federal Brasilia. Sel itu disebut memiliki satu tempat tidur, AC, televisi, dan kamar mandi.
Tim hukumnya mengaku bingung dengan keputusan penahanan ini serta mempertahankan bahwa acara doa pendukungnya adalah bagian dari “kebebasan beragama”. Mereka akan kembali mengajukan banding.
Reaksi dari AS dan Brasil
Reaksi internasional pun muncul. Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak mengetahui penahanan Bolsonaro, dan hanya berkomentar, “Sayang sekali.”
Sementara Wakil Menlu AS Christopher Landau lebih keras: ia menyebut tindakan hakim sebagai “serangan terhadap supremasi hukum”.
Di Brasil sendiri, pemerintahan Lula mulai bersuara. Menteri Hubungan Kelembagaan, Gleisi Hoffmann, menegaskan bahwa penahanan Bolsonaro “sepenuhnya mengikuti aturan proses hukum”.
Seruan Politik dari Flavio Bolsonaro
Di sisi lain, putra Bolsonaro, Senator Flavio Bolsonaro, sempat mengajak pendukung berkumpul untuk “bertarung bersama kami”.
Puluhan orang kemudian datang di depan rumah Bolsonaro sambil menyanyikan lagu-lagu gereja.
Klaim Kesehatan Ditolak Hakim
Tim pembela juga meminta agar Bolsonaro tetap menjalani hukuman di rumah dengan alasan kesehatan.
Ia memang memiliki riwayat operasi akibat penusukan pada 2018. Namun permintaan itu kembali ditolak oleh hakim Moraes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters