Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 14:59 WIB

PBB Cap Israel Lakukan Genosida di Gaza, Lembaga Kemanusiaan Tuntut Aksi Cepat dari Para Pemimpin Dunia

Author

Bangunan hancur di Jalur Gaza, Palestina. (REUTERS/Amir Cohen)

INDOZONE.ID - Sebanyak lebih dari 20 pimpinan lembaga kemanusiaan besar di Gaza, meminta para pemimpin dunia untuk bertindak, atas klaim PBB perihal genosida oleh Israel di sana.

Sebelumnya, pada Selasa 16 September 2025, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah pendudukan Palestina, telah menyimpulkan perihal tindakan Israel di Gaza.

Warga Palestina berkumpul saat mereka mencari bantuan yang masuk ke Gaza melalui Israel, di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, 27 Juli 2025. (REUTERS/Mahmoud Issa)

Menurutnya, pasukan Israel telah melakukan empat dari lima tindakan genosida, seperti yang dijabarkan dalam Konvensi Genosida 1948.

Sebut saja, membunuh anggota kelompok, menyebabkan penderitaan fisik dan mental yang serius, secara sengaja menciptakan kondisi hidup yang dirancang untuk menghancurkan kelompok, serta mencegah kelahiran.

Baca juga: Kehilangan Tragis Pasangan Dokter di Gaza: 9 dari 10 Anak Meninggal Akibat Serangan Israel

Menilik pada kesimpulan dari PBB tersebut, tuntutan terhadap para pemimpin dunia dari lebih dari 20 pimpinan lembaga kemanusiaan pun muncul pada Rabu 17 September 2025.

“Saat para pemimpin dunia berkumpul pekan depan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk bertindak sesuai dengan mandat yang diemban PBB sejak 80 tahun lalu,” bunyi pernyataan bersama yang dirilis Doctors Without Borders (MSF) International, dikutip dari ANTARA, Kamis (18/9/2025).

“Apa yang kita saksikan di Gaza bukan hanya bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi juga genosida sebagaimana kini disimpulkan oleh Komisi Penyelidikan PBB,” lanjut pernyataan tersebut.

Diketahui, surat tersebut ditandatangani sejumlah tokoh senior, seperti Christopher Lockyear dari MSF International, Jan Egeland dari Norwegian Refugee Council, Amitabh Behar dari Oxfam International, Inger Ashing dari Save the Children International, dan Arthur Larok dari ActionAid International.

Berkaca pada situasi sekarang di Gaza, para pimpinan lembaga kemanusiaan itu menilai akan ada konsekuensi serius jika tak ada tindakan tegas dari pemerintah dunia.

Baca juga: Kisah Pilu Pasangan Dokter di Gaza yang Kehilangan 9 dari 10 Anak Mereka Akibat Serangan Israel

“Sekarang, ketika pemerintah Israel memerintahkan pengusiran massal warga Kota Gaza – tempat tinggal hampir satu juta orang – kita berada di ambang periode yang lebih mematikan dalam sejarah Gaza jika tidak ada langkah segera. Gaza telah dengan sengaja dibuat tidak layak huni,” bunyi pernyataan itu.

Korban Terus Berjatuhan di Gaza

Sejak konflik antara Hamas dan Israel pecah di Gaza pada 2023 silam, sekira 65 ribu warga Palestina telah menjadi korban jiwa, yang 20 ribu di antaranya merupakan anak-anak. 

Lalu, 9 dari 10 orang telah terusir secara paksa karena konflik tersebut. Tak cuma itu, setengah juta orang kelaparan.

Tak ayal, dibutuhkan tindakan tegas dari pemerintah dunia supaya apa yang terjadi di Gaza tidak bertambah parah. Jika tidak, sejarah akan mencatat apa yang terjadi di Gaza sebagai kegagalan dunia.

“Jika negara-negara anggota terus memperlakukan kewajiban hukum ini sebagai sesuatu yang opsional, mereka bukan hanya ikut berkompromi tetapi juga menciptakan preseden berbahaya bagi masa depan. Sejarah pasti akan menilai momen ini … dan kita telah gagal,” demikian bagian penutup pernyataan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU