Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 17:42 WIB

Ngeri! Begini Kepribadian Transgender Penembak Gereja Katolik di Minneapolis yang Tewaskan 2 Anak

Author

Robin Westman (23), penembak gereja Katolik di Minneapolis, yang menewaskan dua anak. (NY Post)

INDOZONE.ID - Seorang pelaku bersenjata menyerang Misa pagi di sebuah gereja Katolik di Minneapolis, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (27/8/2025) waktu setempat, menewaskan dua anak berusia 8 dan 10 tahun serta melukai 17 orang lainnya.

Penembakan berakhir saat tersangka, Robin Westman (23), ditemukan tewas bunuh diri di belakang gereja.

Serangan terjadi ketika para siswa sekolah paroki menghadiri Misa. Tembakan dilepaskan dari tiga senjata berbeda menembus kaca patri gereja. Jemaat panik, anak-anak berlarian mencari perlindungan, sementara beberapa pintu keluar ternyata dibarikade dari luar.

"Ini adalah tindakan kekerasan yang disengaja terhadap anak-anak tak berdosa dan orang-orang yang sedang beribadah," ujar Kepala Polisi Minneapolis Brian O’Hara dilansir Reuters, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Mantan Presiden Sri Lanka Ditangkap Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Negara

2 Anak Tewas 17 Korban Terluka

Polisi menyebut 17 korban luka terdiri dari 14 pelajar berusia 6–18 tahun dan tiga jemaat lansia berusia 80-an. Meski luka cukup serius, seluruh korban diperkirakan bisa pulih.

Seorang siswa kelas lima, Weston Halsne, menceritakan momen horor itu.

"Tembakannya persis di sebelah saya. Rasanya seperti ada bubuk mesiu di leher saya," katanya.

Baca juga: Warga Israel Gelar Aksi 'Day of Disruption’: Tuntut Pemerintah Setujui Gencatan Senjata di Gaza

Identitas Pelaku dan Senjata

Westman melepaskan puluhan peluru menggunakan senapan, shotgun, dan pistol. Semua senjata itu baru dibeli secara legal. Polisi juga menemukan persenjataan tambahan di lokasi lain yang terkait dengan tersangka.

FBI kini menyelidiki kasus ini sebagai “tindakan terorisme domestik dan kejahatan kebencian yang menargetkan umat Katolik,” kata Direktur FBI Kash Patel.

Kepribadian Pelaku

Dokumen pengadilan menunjukkan Westman dulu bernama Robert dan pernah mengajukan perubahan nama ke Robin pada usia 17 tahun. Dalam catatannya, ia sempat mengidentifikasi diri sebagai perempuan, namun belakangan merasa berada di antara dua identitas gender.

Pelaku juga meninggalkan jejak digital berupa manifesto, catatan bunuh diri dan video YouTube. Dalam salah satu videonya, ia terlihat menulis, "Kurasa menyerang sekelompok besar anak-anak yang baru pulang istirahat adalah rencana terbaikku."

Meski ada catatan pribadi berisi depresi dan keluhan politik yang tidak menentu, polisi belum mengungkap motif pasti dari aksi penembakan di gereja Katolik ini. "Yang jelas, kekejaman dan kepengecutan dalam serangan ini benar-benar tidak dapat dipahami," tegas O’Hara..

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters, NY Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU