Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 12:44 WIB

Jerman Desak Israel Ringankan Penderitaan Warga Gaza Palestina

Author

Warga Palestina yang mengungsi berjalan menuju lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan melalui udara di kamp Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 17 Agustus 2025. (REUTERS/Tyrone Siu)

INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Israel meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Wadephul menegaskan pentingnya solusi dua negara dan menyerukan gencatan senjata segera demi menghentikan konflik yang makin memanas.

Dalam pernyataan bersama dengan Indonesia di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (20/8/2025), Wadephul menyebut konflik berkepanjangan ini harus diselesaikan lewat jalur damai.

“Saya yakin akan menjadi kepentingan kita semua jika konflik mengerikan ini dapat diselesaikan melalui proses damai. Tujuan kita semua jelas adalah solusi dua negara, yang harus dinegosiasikan,” ujarnya dikutip Antara, Kamis (21/8/2025).

Ia juga meminta semua pihak membuka jalan menuju gencatan senjata, termasuk pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.

Peringatan Soal Kekerasan dan Hukum Internasional

Menlu Jerman menegaskan pentingnya mematuhi hukum internasional dan menghindari eskalasi kekerasan. Ia bahkan menyinggung situasi di Indo-Pasifik, khususnya Selat Taiwan, yang menurutnya bisa memicu konsekuensi global.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa setiap eskalasi di kawasan ini akan memiliki konsekuensi yang tak terduga bagi kemakmuran dan keamanan global,” kata Wadephul.

Baca juga: Kisah 2 Mahasiswa Palestina Belajar Kedokteran ke UNAIR: Demi Kemanusiaan!

Menurutnya, dunia saat ini butuh lebih banyak saling pengertian dan kemauan politik untuk menyelesaikan konflik.

Kunjungan Pertama Wadephul ke Indonesia

Ini menjadi kunjungan perdana Wadephul ke Indonesia sekaligus ke Asia. Ia juga dijadwalkan bertemu pejabat Sekretariat ASEAN pada Kamis.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Pemerintah Jerman, Steffen Meyer, menegaskan posisi Berlin yang tidak mendukung operasi militer Israel untuk menduduki Gaza.

"Kami menolak peningkatan operasi militer dan menyerukan kepada semua pihak dan komunitas internasional untuk segera mengakhiri konflik melalui gencatan senjata yang segera dan berkelanjutan," katanya.

Situasi Terkini di Gaza

Di sisi lain, situasi di Gaza terus memanas. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilaporkan telah menyetujui rencana operasi perebutan Kota Gaza. IDF bahkan mengirim 60.000 surat panggilan bagi prajurit cadangan untuk persiapan operasi darat.

The Jerusalem Post pada Rabu malam, melaporkan militer Israel sudah melancarkan serangan ke kota Gaza. Juru bicara IDF Effie Defrin menyebut pasukan Israel kini menguasai sebagian wilayah pinggiran kota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU