INDOZONE.ID - Sebuah sekolah di Jepang mundur dari turnamen Koshien atau pertandingan baseball yang terkenal, setelah tersandung kasus perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Keputusan ini diumumkan pada Minggu (10/8/2025) dan langsung menjadi sorotan publik, mengingat turnamen ini adalah salah satu ajang olahraga paling prestisius di Negeri Sakura.
Turnamen baseball musim panas Koshien yang berlangsung selama dua pekan ini disiarkan secara nasional dan ditonton jutaan orang setiap tahun.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Besar dengan Jepang, Termasuk Tarif Balasan 15 Persen
Ajang ini juga menjadi batu loncatan bagi banyak pemain profesional Jepang, seperti Shohei Ohtani (Los Angeles Dodgers) dan Yu Darvish (San Diego Padres).
Kasus Perundungan Bermula
Awal tahun ini, tim baseball SMA Koryo di Prefektur Hiroshima diterpa tuduhan kekerasan terhadap salah satu pemainnya.
Investigasi internal menemukan bahwa seorang siswa tahun pertama dipukul dan didorong oleh empat seniornya di asrama sekolah pada Januari lalu.
Baca juga: Jepang Panik Karena Stok Menipis, Korea Selatan Pusing Karena Surplus Beras
Korban kemudian pindah ke sekolah lain pada Maret setelah para pelaku meminta maaf. Pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut ke Federasi Baseball SMA Jepang dan menerima teguran.
Namun, mereka tidak langsung mempublikasikan kasus ini, sehingga memicu kemarahan publik ketika berita sekolah Jepang mundur dari turnamen mulai tersebar luas di internet.
Pernyataan Mundur
Kasus ini kembali memanas setelah unggahan emosional di media sosial menjadi viral awal bulan ini. Publik bereaksi keras, bahkan muncul kabar tak terverifikasi mengenai dugaan kekerasan lain di tim tersebut.
“Kami memutuskan untuk mundur dan akan segera mengevaluasi ulang metode pendidikan kami,” kata Kepala Sekolah Koryo, Masakazu Hori, kepada wartawan.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa tim baseball Jepang mundur karena kasus perundungan adalah langkah yang diambil demi melindungi siswa.
Hori juga menyebut banyak unggahan di media sosial hanyalah spekulasi tanpa bukti, bahkan memfitnah siswa yang tidak terlibat.
Beberapa murid menjadi sasaran hinaan dan diikuti orang tak dikenal saat berangkat atau pulang sekolah. “Kami bahkan menerima ancaman bom,” tambahnya.
Federasi Baseball SMA Jepang menyebut keputusan Koryo “sangat disayangkan” namun berkomitmen untuk terus memerangi kekerasan, perundungan, dan budaya senioritas berlebihan di olahraga sekolah.
Kasus ini menjadi yang pertama di mana sebuah sekolah mengundurkan diri di tengah turnamen karena skandal kekerasan pemain, menandai babak kelam dalam sejarah turnamen Koshien yang biasanya dipenuhi semangat sportivitas dan persahabatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Japan Times