INDOZONE.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dual function Rumah Sakit (RS) Grhasia, yang terletak di Jalan Kaliurang, Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (24/4/2025).
Peresmian gedung IGD ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam mengembangkan layanan kesehatan jiwa di DIY.
Menurutnya, penambahan fasilitas fisik (IGD) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan respons layanan kesehatan jiwa yang cepat, tanggap, dan berorientasi pada keselamatan, serta martabat pasiennya.
Sultan juga mengungkapkan, di tengah tantangan zaman yang kompleks, kebutuhan layanan kesehatan jiwa yang terpadu dan profesional semakin menjadi prioritas.
"RS Grhasia selama ini telah menjadi rujukan utama dalam pelayanan gangguan kejiwaan. Grhasia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menangani pasien dengan pendekatan holistik, medis, psikologis, dan sosial. Hadirnya IGD ini, RS Grhasia mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi," ujar Sultan.
BACA JUGA: Bupati Sleman Gelar Rapat untuk Bahas Harmonisasi 61 Batas Kalurahan
Lebih lanjut, Ngarsa Dalem menyebut, Pemda DIY berkomitmen untuk terus memperkuat sistem layanan kesehatan termasuk di bidang kesehatan jiwa melalui pendekatan kolaboratif, preventif dan berbasis nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Bupati Sleman melalui sambutan yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengapresasi dan berterima kasih atas pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
"Dengan adanya Gedung Gawat Darurat dual function tentunya akan sangat membantu program Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang Maju, Adil Makmur, Lestari dan Berkeadaban," katanya.
Menurut Susmiarto, adanya layanan IGD ini, dapat semakin mendekatkan RS Jiwa Grhasia dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
"Semoga terus berikan layanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan kegawat-daruratan dan layanan kesehatan di wilayah Sleman utara dan sekitarnya," pesannya.
Diketahui, fasilitas baru yang dimiliki RS Grhasia ini dikembangkan dengan dual function yaitu, IGD mampu memberikan pelayanan gawat darurat psikiatri dan juga non-psikiatri atau umum.
BACA JUGA: Sosialisasi Antikorupsi Bersama Pemkab Sleman, KPK: Korupsi Itu Kejahatan Luar Biasa!
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menambahkan, implementasi dual function dilaksanakan dengan membagi layanan secara demarkatif, yaitu dengan memisahkan pelayanan darurat psikiatri memasuki pintu barat dan layanan darurat non-psikiatri atau umum akan melalui pintu selatan.
"Standar prosedur baku pedoman pelayanan klinis, peralatan medis atau non-medis juga dibedakan menjadi dua berdasarkan fungsi pelayanannya," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers