Senin, 20 JANUARI 2025 • 09:59 WIB

5 Fakta Anggota TNI Ancam Tembak Wanita di Kemang

Author

Ilustrasi senjata api (Freepik/aleksandarlittlewolf)

INDOZONE.ID - Kasus pengancaman dengan senjata api yang terjadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, membuat heboh masyarakat.

Kejadian ini viral di media sosial setelah seorang pria yang mengaku anggota TNI mengacungkan benda diduga senjata api saat terlibat cekcok dengan tukang parkir.

Berikut Indozone rangkum lima fakta kasus anggota TNI acungkan senjata api di Kemang:

1. Berawal dari Masalah Jalan Terhalang

Insiden ini terjadi ketika terduga pelaku merasa terganggu saat melintas di kawasan Kemang Raya karena jalan terhalang kendaraan pengunjung kafe.

Baca Juga: Viral Pria Ngaku Anggota TNI Lepas Tembakan di Mampang Jaksel, Polisi Beberkan Kronologinya

Menurut keterangan AKP Iwan, Kanit Reskrim Polsek Mampang, pelaku kemudian marah kepada tukang parkir dan mengeluarkan benda yang diduga senjata api.

Awalnya dia marah karena jalan terhalang, terus ngeluarin benda yang diduga senjata. Tapi, kami masih menyelidiki apakah itu benar senjata api,” jelas AKP Iwan.

2. Viral di Media Sosial dengan Dugaan Tembakan ke Udara

Video insiden tersebut menyebar luas di media sosial. Klip memperlihatkan pelaku mengancam menembak seorang wanita, namun berhasil ditahan oleh beberpa orang di lokasi.

Pelaku juga diduga melepaskan satu tembakan.

Baca Juga: Viral Pria Bertato di Garut Berlagak Koboi Tembakan Senjata Api, Polisi Lakukan Penyelidikan

Meski begitu, kepastian mengenai tembakan tersebut masih diselidiki.

Katanya ada tembakan satu kali ke atas, tapi ini belum dipastikan. Sejauh ini tidak ada aksi kekerasan terhadap orang lain,” tambah Iwan.

3. Pelaku Mengaku Sebagai Anggota Kostrad

Dalam video yang beredar, pelaku sempat mengklaim dirinya sebagai anggota Kostrad.

Namun, polisi belum dapat memastikan kebenaran pernyataan tersebut.

Saat ini, rekaman CCTV dan keterangan saksi tengah dianalisis untuk memperjelas identitas pelaku.

Kami masih telusuri rekaman CCTV dan identifikasi kendaraan pelaku. Sejauh ini, kami juga sudah meminta keterangan dari tukang parkir dan sekuriti di lokasi,” terang Iwan.

4. Pelaku Ternyata Anggota Kodam III/Siliwangi

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) akhirnya mengonfirmasi bahwa pelaku adalah anggota TNI, tetapi bukan dari satuan Kostrad.

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyatakan pelaku berasal dari Kodam III/Siliwangi dan sedang berada di Jakarta saat kejadian.

Yang bersangkutan adalah anggota Kodam III/Siliwangi, bukan dari Kostrad. Saat ini sudah diamankan di Denpom Jaya/2 untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Brigjen Wahyu.

5. TNI Tegaskan Komitmen Proses Hukum

Brigjen Wahyu juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan oknum tersebut dan menegaskan bahwa TNI AD akan memproses kasus ini sesuai aturan yang berlaku.

Kami mohon maaf jika insiden ini menyebabkan ketidaknyamanan. Yang bersangkutan adalah oknum dan tidak mewakili institusi TNI AD,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Narasumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU