INDOZONE.ID - Sebuah bom peninggalan Perang Dunia II yang belum sempat meledak berhasil diamankan di area Keppel Club pada Kamis, 21 November 2024.
Temuan ini dilaporkan setelah polisi menerima informasi tentang benda mencurigakan di alamat 239 Sime Road, lokasi Keppel Club, sekitar pukul 09.15 pagi waktu setempat.
Polisi segera berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bahan Peledak dari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF).
Baca Juga: Pesawat Air India Mendarat Darurat di Kanada Akibat Hoaks Ancaman Bom
Setelah diperiksa, benda tersebut diidentifikasi sebagai bom peninggalan Perang Dunia II.
"Bom tersebut dinilai aman untuk dipindahkan dan telah dibawa oleh SAF untuk dimusnahkan. Tidak ada ancaman bagi keselamatan masyarakat," kata pihak kepolisian.
Hingga saat ini, Keppel Club belum memberikan pernyataan resmi terkait penemuan ini.
Baca Juga: Ancaman Bom Picu Penutupan Sementara Bandara Internasional Birmingham
Kasus penemuan bom peninggalan perang bukanlah hal baru di Singapura. Pada Juni 2024, sebuah bom serupa ditemukan di lokasi pembangunan Stasiun MRT Teck Ghee di Ang Mo Kio.
Sebelumnya, pada September 2023, bom udara seberat 100 kg ditemukan di lokasi konstruksi kondominium dekat Stasiun MRT Cashew.
Insiden ini menyebabkan ribuan penduduk dan pekerja di Upper Bukit Timah dievakuasi selama beberapa jam hingga bom tersebut berhasil diledakkan dengan aman.
Pada 2019, bom udara lain dengan berat 50 kg juga ditemukan di Jiak Kim Street, River Valley, saat dilakukan penggalian untuk proyek pembangunan.
Para ahli menjelaskan bahwa penemuan bom peninggalan Perang Dunia II di Singapura tidaklah mengejutkan.
Hal ini dikarenakan pemboman pada masa perang sering kali tidak tepat sasaran, sehingga sisa-sisa bom masih tersebar di berbagai lokasi.
Penemuan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap peninggalan sejarah yang dapat membahayakan, termasuk peninggalan yang memiliki risiko tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com