Jumat, 08 NOVEMBER 2024 • 21:05 WIB

Begini Cara Kerja Penyedia Ribuan Rekening Penampung Judol Jaringan Kamboja yang Bermarkas di Cengkareng

Author

Penggeledahan kantor operasional judi online di Bekasi.

INDOZONE.ID - Polres Metro Jakarta Barat membeberkan cara kerja para tersangka jaringan judi online (judol) Kamboja yang bermarkas disebuah rumah mewah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Cara kerjanya mulai dari mencari, menyewa hingga mengirim rekening judol ke Kamboja.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Syahduddi menyebut sindikat ini dikendalikan oleh dalang berinisial RS. RS berperan mencari atau merekrut anggota lainnya hingga berjumlah tujuh orang.

"Jadi RS ini merekrut orang-orang ini untuk turun ke lapangan mencari dan merekrut warga masyarakat yang mau dibuatkan nama mereka ini. Jadi ini mereka sudah jaringan," kata Kombes Syahduddi kepada wartawan, Jumat (8/11/2024).

Baca Juga: Markas Judol Jaringan Kamboja di Cengkareng Digerebek Polisi, 8 Pelaku Ditangkap!

Bersama jaringanya, RS beraksi mencari masyarakat yang memiliki rekening dan berkenan untuk menyewekan rekening pribadinya. Mereka juga mencari masyarakat yang mau identitasnya untuk digunakan membuat rekening.

"Tugasnya adalah merekrut ataupun menjaring warga masyarakat untuk menyerahkan rekening pribadinya atau menyewakan rekening pribadinya dengan memberikan imbalan sejumlah uang tertentu," ungkap Syahduddi.

Polisi gerebek markas judi online di Cengkareng yang terhubung dengan sindikat Kamboja. (Dok. Polres Metro Jakarta Barat)

Setelah rekening didapat, jaringan ini menyiapkan ponsel untuk didaftarlan mobile banking sesuai rekening yang didapat. Setelahnya, rekening-rekening tersebut diserahkan ke tersangka RS.

"Dari hasil menjaring warga masyarakat tersebut, kemudian si penjaring ini menyerahkan rekening bank dan juga ATM-nya kepada pelaku utama RS untuk selanjutnya RS ini mengirim handphone dan ATM serta aplikasi e-banking ke negara Kamboja," kata Syahduddi.

Baca Juga: Fantastis! Uang Rp73,7 Miliar Disita Polda Metro dalam Kasus Judol Libatkan Pegawai Komdigi

Dari pengiriman ini lah para tersangka akan mendapatkan uang hasil keuntungan. Dalam satu kali pengiriman saja tersangka bisa mendapat keuntungan mencapai Rp 10 juta.

"Dari sepanjang tahun 2022 sampai dengan saat ini sudah Rp 1.081 kali pengiriman," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat baru saja menggerebek sebuah rumah mewah didaerah Cengkareng, Jakarta Barat. Rumah ini digerebek lantaran dijadikan sebagai markas judol.

Ada sebanyak delapan orang yang ditangkap dalam kasus ini. Mereka terafiliasi dengan jaringan judol di Kamboja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU