Selasa, 22 OKTOBER 2024 • 14:22 WIB

Amerika Serikat Minta Konflik Perang Israel-Hizbullah Segera Diakhiri

Author

Dokumen-dokumen al-Qard al-Hassan yang dikelola oleh Hizbullah berserakan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin, 21 Oktober 2024. (channelnewsasia.com)

INDOZONE.ID - Perang antara Israel dan Hizbullah yang semakin memanas telah menarik perhatian dunia internasional, termasuk Amerika Serikat.

Washington menyuarakan keprihatinannya dan mendesak agar konflik ini segera diakhiri.

AS mengingatkan pentingnya solusi yang cepat demi menghindari kerugian lebih lanjut bagi rakyat Lebanon dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Seruan untuk Penghentian Perang Segera

Kerusakan di lokasi akibat serangan udara Israel yang menewaskan pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah.

Amerika Serikat pada Senin, 21 Oktober 2024, menyerukan penghentian segera perang antara Israel dan Hizbullah.

Washington juga menekankan pentingnya pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mewajibkan kelompok Hezbollah yang didukung Iran untuk mundur dari selatan Lebanon.

Resolusi tersebut telah ada sejak 2006, namun implementasinya belum optimal hingga saat ini.

Baca Juga: Hizbullah Diduga Bertanggung Jawab Atas Serangan Drone ke Rumah Netanyahu

Target Serangan Israel di Lebanon

Pada Minggu, 20 Oktober 2024, tercatat ada tujuh serangan serentak yang dilancarkan oleh pasukan Israel di berbagai lokasi di Lebanon.

Israel, yang telah berperang selama hampir sebulan dengan Hizbullah di Lebanon, memperluas cakupan serangannya dengan menargetkan lembaga keuangan yang diduga mendanai kelompok bersenjata tersebut.

Salah satu yang menjadi target adalah Al-Qard Al-Hassan, lembaga keuangan yang dituding Israel membantu pembiayaan senjata Hizbullah.

Serangan udara Israel juga menghancurkan sejumlah properti sipil di Lebanon, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Baca Juga: Israel Kembali Serang Markas Hizbullah di Lebanon, Iran Tegaskan Tidak akan Mundur

Keterlibatan AS dalam Misi Perdamaian

Utusan AS, Amos Hochstein. (jpost.com)

Utusan AS, Amos Hochstein, yang tengah berkunjung ke Beirut, menyatakan bahwa AS ingin melihat konflik di Lebanon segera diakhiri.

Washington menilai bahwa menghubungkan masa depan Lebanon dengan konflik lainnya di kawasan, seperti perang di Gaza, bukanlah hal yang menguntungkan bagi rakyat Lebanon.

Hochstein juga mendesak semua pihak untuk lebih serius menerapkan Resolusi PBB 1701 sebagai dasar untuk menghentikan perang.

Dampak Perang Terhadap Warga Sipil

Seorang anak dari Palestina meminum air dingin dari kantong plastik di Khan Yunis,Jalur Gaza selatan pada 21 Oktober 2024. (channelnewsasia.com)

Konflik yang berkecamuk telah menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa di Lebanon dan Gaza.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan udara Israel telah menewaskan enam orang, termasuk seorang anak, di kota Baalbek.

Di Gaza, serangan Israel terus berlangsung sejak Oktober tahun lalu, mengakibatkan lebih dari 42.000 orang tewas, mayoritas adalah warga sipil.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina juga melaporkan bahwa ratusan ribu orang terjebak di Gaza utara tanpa akses bantuan kemanusiaan yang memadai.

Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, terus mendorong upaya perdamaian dan menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung.

Meski demikian, konflik di kawasan Timur Tengah ini masih jauh dari kata selesai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU