INDOZONE.ID - Perang antara Israel dan Hizbullah yang semakin memanas telah menarik perhatian dunia internasional, termasuk Amerika Serikat.
Washington menyuarakan keprihatinannya dan mendesak agar konflik ini segera diakhiri.
AS mengingatkan pentingnya solusi yang cepat demi menghindari kerugian lebih lanjut bagi rakyat Lebanon dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Seruan untuk Penghentian Perang Segera
Amerika Serikat pada Senin, 21 Oktober 2024, menyerukan penghentian segera perang antara Israel dan Hizbullah.
Washington juga menekankan pentingnya pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mewajibkan kelompok Hezbollah yang didukung Iran untuk mundur dari selatan Lebanon.
Resolusi tersebut telah ada sejak 2006, namun implementasinya belum optimal hingga saat ini.
Baca Juga: Hizbullah Diduga Bertanggung Jawab Atas Serangan Drone ke Rumah Netanyahu
Target Serangan Israel di Lebanon
Israel, yang telah berperang selama hampir sebulan dengan Hizbullah di Lebanon, memperluas cakupan serangannya dengan menargetkan lembaga keuangan yang diduga mendanai kelompok bersenjata tersebut.
Salah satu yang menjadi target adalah Al-Qard Al-Hassan, lembaga keuangan yang dituding Israel membantu pembiayaan senjata Hizbullah.
Serangan udara Israel juga menghancurkan sejumlah properti sipil di Lebanon, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Baca Juga: Israel Kembali Serang Markas Hizbullah di Lebanon, Iran Tegaskan Tidak akan Mundur
Keterlibatan AS dalam Misi Perdamaian
Utusan AS, Amos Hochstein, yang tengah berkunjung ke Beirut, menyatakan bahwa AS ingin melihat konflik di Lebanon segera diakhiri.
Washington menilai bahwa menghubungkan masa depan Lebanon dengan konflik lainnya di kawasan, seperti perang di Gaza, bukanlah hal yang menguntungkan bagi rakyat Lebanon.
Hochstein juga mendesak semua pihak untuk lebih serius menerapkan Resolusi PBB 1701 sebagai dasar untuk menghentikan perang.
Dampak Perang Terhadap Warga Sipil
Konflik yang berkecamuk telah menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa di Lebanon dan Gaza.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan udara Israel telah menewaskan enam orang, termasuk seorang anak, di kota Baalbek.
Di Gaza, serangan Israel terus berlangsung sejak Oktober tahun lalu, mengakibatkan lebih dari 42.000 orang tewas, mayoritas adalah warga sipil.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina juga melaporkan bahwa ratusan ribu orang terjebak di Gaza utara tanpa akses bantuan kemanusiaan yang memadai.
Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, terus mendorong upaya perdamaian dan menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung.
Meski demikian, konflik di kawasan Timur Tengah ini masih jauh dari kata selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewasia.com